Mengonsumsi gula sendirian dapat memicu lonjakan gula darah yang tajam, yang dikenal sebagai glycemic spike.

Pankreas kemudian merespons dengan mengeluarkan insulin dalam jumlah besar untuk menurunkan kadar gula, dan insulin juga bertugas menyimpan kelebihan energi sebagai lemak, terutama di area perut.

>>> Pelanggan Tinggalkan Perusahaan yang Paksa Mereka Bicara dengan AI

Lonjakan dan penurunan gula yang berulang-ulang dalam jangka panjang dapat mengganggu sistem metabolisme tubuh.

Menurut pakar nutrisi Dr. Alexandra Dalu, kebiasaan mengonsumsi gula dalam bentuk 'telanjang' secara teratur adalah faktor utama yang menyebabkan kenaikan berat badan dan masalah metabolisme.

Aturan Emas: Jangan Pernah Makan Gula Sendirian

Solusinya sederhana: jangan pernah makan gula sendirian.

Padukan makanan manis dengan protein, lemak sehat, dan serat untuk memperlambat penyerapan karbohidrat ke dalam aliran darah.

Ketiga komponen ini bertindak sebagai 'penahan' pencernaan, sehingga glukosa masuk secara bertahap dan respons insulin tetap stabil.

Bahkan buah, meskipun kaya vitamin dan serat, sebaiknya dikonsumsi bersama makanan utama daripada sebagai camilan sore sendirian, karena saat dimakan solo, buah bertindak seperti gula murni.

Urutan Makan yang Berpengaruh

Urutan makan juga penting.

Sebuah studi dari Weill Cornell Medicine menunjukkan bahwa mengonsumsi sayuran dan protein sebelum karbohidrat dapat menurunkan kadar gula darah setelah makan secara signifikan.

Hasilnya: glukosa 29% lebih rendah setelah 30 menit, 37% lebih rendah setelah 60 menit, dan 17% lebih rendah setelah 120 menit, dengan kadar insulin yang lebih rendah sepanjang waktu.

>>> NASA Siapkan Misi Penyelamatan Berisiko Tinggi untuk Observatorium Swift

Urutan yang disarankan: sayuran dan serat terlebih dahulu, lalu protein dan lemak, kemudian karbohidrat atau makanan penutup.