Pandangan tentang apa yang 'keren' mulai bergeser di kalangan Gen Z. Jika dulu pulang pagi atau berani mencoba hal berisiko dianggap keren, kini justru sebaliknya.

Bagi generasi ini, keren berarti hidup lebih tertata: bisa bekerja, menjaga kesehatan, mengatur keuangan, dan tidak mudah ikut-ikutan demi diterima lingkungan.

>>> Penjualan Motor Honda Tumbuh Dua Digit Meski Suku Bunga, Dolar, dan BBM Naik

Michelle (22) merasakan perubahan itu. Menurutnya, anak muda yang menarik adalah mereka yang mampu menjaga keseimbangan hidup.

"Orang yang punya work-life balance, bisa olahraga, punya duit, dan keluarganya enggak broken. Itu keren," kata Michelle kepada CNNIndonesia.

com, Selasa (23/6).

Narkoba atau pesta semalam suntuk tak lagi mendapat tempat di kalangan Gen Z. Michelle menegaskan, memakai narkoba bukanlah hal yang keren.

"Enggak [narkoba] lah. Itu anak muda zaman milenial mungkin keren.

Zaman gen Z, [narkoba] udah enggak banget. Ngapain?"

ujarnya.

Bagi perempuan kelahiran 2004 itu, memakai narkoba bukan tanda berani atau cara terlihat menarik. Ia justru melihatnya sebagai pilihan tidak masuk akal, apalagi hanya demi pengakuan.

Pendapat serupa disampaikan Galuh (bukan nama sebenarnya). Pria 25 tahun ini memahami bahwa narkotika di luar keperluan medis berbahaya dan berisiko menimbulkan kecanduan.

"Kalau buat kelihatan gaul, menurut gue enggak relevan. Narkoba itu side effect-nya banyak, terus bikin candu," tambahnya.

Menurut Galuh, anak muda yang memakai narkotika demi terlihat keren justru tampak kehilangan arah. "Kalau standar keren itu berdasarkan pakai narkoba, ya hidup lo enggak jelas.

>>> Cara Menukar Uang Kertas Rupiah Rusak, Sobek, dan Lusuh di Bank Indonesia

Menurut gue enggak keren, malah cupu," imbuhnya.