Keduanya juga melanjutkan kembali perundingan terkait sengketa di Selat Hormuz.

Analis ANZ memperkirakan pasar akan kembali mengevaluasi asumsi bahwa pasokan minyak dari kawasan Teluk Persia dapat pulih dengan cepat.

Mereka menilai arus pasokan fisik masih terganggu akibat antrean kapal tanker, kerusakan infrastruktur, dan penghentian produksi di sejumlah fasilitas.

Di sisi lain, perusahaan minyak Arab Saudi Aramco kembali memulai pemuatan minyak mentah di terminal Ras Tanura pada Jumat lalu.

Aktivitas ini sempat dihentikan hampir empat bulan.

Aktivitas ekspor tetap berlanjut meski sebuah helikopter milik perusahaan jatuh di Ras Tanura pada Minggu dan menewaskan 14 orang.

Penyebab kecelakaan masih belum diketahui.

ANZ memperkirakan pemulihan pasokan minyak hingga kembali ke level sebelum konflik kemungkinan baru akan tercapai menjelang akhir tahun.

>>> Veda Ega Akui Perlu Lebih Cerdas Usai Crash di Moto3 Belanda

Situasi tersebut dinilai masih menyisakan risiko terhadap stabilitas pasokan dan pergerakan harga minyak global.