Militer Kuwait mengonfirmasi telah mencegat dua rudal balistik tanpa menimbulkan kerusakan atau korban.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap Kuwait dan Bahrain. Teheran menyebut aksi itu sebagai balasan atas serangan militer AS ke wilayah Iran.

IRGC memperingatkan bahwa setiap agresi lanjutan terhadap Iran akan dibalas dengan respons yang 'menghancurkan'.

Sebelumnya, militer AS melancarkan serangan terhadap Iran untuk hari kedua berturut-turut pada Sabtu (27/6).

Washington menyatakan operasi itu sebagai respons atas serangan Iran terhadap kapal tanker di Selat Hormuz.

>>> Indonesia Bukan Liliput Korea Selatan di Final AVC Men's Cup 2026

Rangkaian aksi saling serang ini semakin memperburuk situasi keamanan di kawasan dan memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah.