Untuk pertama kalinya di dunia, tim bedah di Ronald Reagan UCLA Medical Center, Los Angeles, berhasil melakukan transplantasi kandung kemih pada manusia.

Prosedur ini membawa harapan baru bagi pasien dengan gangguan kandung kemih parah yang sebelumnya dianggap tidak bisa diobati.

in1

>>> Memahami Peran 3 Sektor Utama CISCE 2026 dalam Transisi Energi Hijau

Oscar Larrainzar, pasien yang menjalani operasi tersebut, telah menderita selama bertahun-tahun. Setelah operasi pengangkatan tumor kanker, sebagian besar kandung kemihnya rusak dan tidak berfungsi.

Penyakit ginjal juga memaksanya menjalani dialisis selama tujuh tahun.

Prosedur Kompleks yang Belum Pernah Dicoba

Pada awal Mei, tim medis yang dipimpin Dr. Nima Nassiri, direktur program transplantasi kandung kemih UCLA, melakukan operasi rumit yang belum pernah dicoba sebelumnya.

Mereka mentransplantasikan ginjal dan kandung kemih dari satu donor, lalu menghubungkan keduanya menggunakan teknik yang telah disempurnakan selama bertahun-tahun.

Dr. Nassiri mengungkapkan, "Upaya pertama transplantasi kandung kemih ini adalah hasil kerja lebih dari empat tahun."

Operasi berlangsung dalam beberapa tahap: pertama menanam ginjal donor, kemudian kandung kemih, dan terakhir menghubungkan keduanya agar berfungsi sebagai satu kesatuan.

Hasilnya langsung terlihat. "Ginjal segera memproduksi urine dalam jumlah signifikan dan fungsi ginjal pasien membaik.

Tidak perlu dialisis setelah operasi, dan urine mengalir dengan benar ke kandung kemih baru," kata Dr. Nassiri.

Tak lama kemudian, Oscar bisa buang air kecil secara normal untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun.

Mengapa Belum Pernah Dilakukan Sebelumnya?

Operasi ini merupakan transplantasi kandung kemih pertama yang berhasil pada manusia.

>>> Cara Cek Pencairan Bansos PKH dan BPNT 2026 dengan 3 Syarat Utama