Tim peneliti asal China mencatat sejarah medis dengan berhasil melakukan transplantasi ginjal dan hati babi secara bersamaan ke tubuh manusia.

Prosedur ini dilakukan pada akhir Mei 2026 dan menjadi yang pertama di dunia.

>>> PT Trimitra Trans Persada Bagikan Dividen Tunai Rp21 Per Saham

Pasien penerima organ adalah seseorang yang telah mengalami kematian batang otak. Kedua organ babi yang ditransplantasikan mampu berfungsi dengan baik selama lima hari setelah operasi.

Keberhasilan uji coba xenotransplantasi ganda ini dipublikasikan dalam Med Journal.

Sebelumnya, uji coba pemindahan organ hewan ke manusia hanya melibatkan satu organ karena kompleksitas operasi dan risiko komplikasi yang meningkat seiring jumlah organ.

Rekayasa Genetik untuk Menekan Penolakan

Metode modifikasi genetik diterapkan untuk menekan risiko penolakan alami dari sistem kekebalan tubuh manusia.

Masing-masing organ hati dan ginjal babi telah melewati enam tahap penyuntingan gen agar karakteristiknya lebih mirip dengan organ manusia.

>>> Harga Pertamax dan Pertamax Green Resmi Naik per 10 Juni 2026

Hasil analisis tim medis menunjukkan performa kedua organ pasca-pemasangan memiliki kinerja yang mendekati fungsi organ manusia.

Kompatibilitas jaringan dan kesamaan fisiologis antara sistem organ babi dan manusia membuat fungsi dasar hati dan ginjal tidak bergantung sepenuhnya pada spesies asal.

Gejala penolakan organ sempat terdeteksi sekitar 36 jam setelah operasi.

Namun, tim peneliti menilai persoalan tersebut masih dapat diantisipasi dengan pemberian obat peredam respons imun di masa mendatang.

Uji coba klinis ini baru berupa satu kasus tunggal dengan masa observasi terbatas.

>>> Jaecoo dan Geely Gempur Dominasi Pabrikan Jepang di Pasar Mobil Indonesia Mei 2026

Riset lanjutan diperlukan untuk menyempurnakan teknologi ini agar transplantasi kombinasi hati dan ginjal babi dapat menjadi prosedur medis yang layak di masa depan.