Pemerintah District of Columbia (DC) setuju membayar sejumlah uang yang tidak diungkapkan kepada Sam O'Hara, warga yang mengaku ditahan secara ilegal karena mengikuti patroli Garda Nasional Ohio sambil memutar lagu "Imperial March" dari film Star Wars.

Kesepakatan itu diumumkan oleh American Civil Liberties Union (ACLU) DC pada Jumat, yang mendukung gugatan O'Hara.

in1

>>> Mengapa Waktu Terasa Cepat Setelah Usia 40? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Rincian penyelesaian tidak segera diungkapkan, dan kesepakatan tidak mencakup bagian gugatan yang ditujukan kepada bintara Garda Nasional.

O'Hara mengajukan gugatan pada Oktober lalu, menuntut Sersan Devon Beck, beberapa petugas Polisi Metropolitan DC, dan Pemerintah DC.

Gugatan tersebut menyatakan hak Amandemen Pertama dan Keempatnya dilanggar pada 11 September 2025.

Menurut gugatan, O'Hara mengikuti patroli sambil memutar "Imperial March" melalui ponsel atau pengeras suara, seperti yang telah ia lakukan beberapa kali sebelumnya.

Seorang sersan memperingatkannya untuk berhenti atau akan menghubungi polisi.

"Hei, jika kamu terus mengikuti kami, kami bisa menghubungi Polisi Metro dan mereka bisa menanganimu. Apakah itu yang kamu inginkan?"

kata sersan itu, seperti dikutip dalam gugatan.

Polisi kemudian datang, O'Hara diborgol dan ditahan selama 15-20 menit. Ia tidak didakwa dan dibebaskan.

"Upaya pemerintah untuk membungkam saya pada akhirnya menjadi bumerang dan menarik lebih banyak perhatian pada pengerahan Garda Nasional yang tidak adil di Washington, DC," kata O'Hara.

>>> Momen Langka: Pesawat XB-1 Pecahkan Sound Barrier Tertangkap Kamera NASA

"Penyelesaian ini menjadi pengingat bahwa kebebasan konstitusional layak dipertahankan, terutama ketika mereka yang berkuasa lebih suka kita diam."

Sejak pengerahan Garda Nasional ke ibu kota pada Agustus, patroli berseragam menjadi pemandangan biasa di DC, begitu pula protes terhadap kehadiran militer.