Polisi San Diego Tujuh Kali Lebih Sering Gunakan Kekerasan terhadap Warga Kulit Hitam
Departemen Kepolisian San Diego (SDPD) menggunakan kekerasan terhadap warga kulit hitam tujuh kali lebih sering dibandingkan terhadap warga kulit putih, berdasarkan data yang diperoleh Times of San Diego.
Angka tersebut merupakan bagian dari tren peningkatan penggunaan kekerasan oleh polisi dalam beberapa tahun terakhir, meskipun tingkat kejahatan di kota itu terus menurun.
>>> Red Magic Gaming Tablet 5 Pro Dikonfirmasi Punya Dual USB-C dan Baterai 8300mAh
Data menunjukkan bahwa pada 2025, sebanyak 17,4 dari setiap 1.000 warga kulit hitam di San Diego menjadi sasaran kekerasan polisi.
Angka itu hampir tujuh kali lipat dibandingkan dengan warga kulit putih yang hanya 2,5 per 1.000.
Sementara itu, warga Hispanik juga mengalami peningkatan signifikan.
Pada 2025, angka penggunaan kekerasan terhadap warga Hispanik mencapai 4,5 per 1.000, naik dari 2,3 per 1.000 pada 2017.
Peningkatan Penggunaan Kekerasan di Tengah Penurunan Kejahatan
Pada Maret 2026, Wali Kota San Diego Todd Gloria dan Kepala Polisi Scott Wahl mengumumkan bahwa tingkat kejahatan turun 6,3% pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, laporan penggunaan kekerasan oleh polisi justru meningkat.
Pada 2021 tercatat 3.969 insiden, dan pada 2025 melonjak menjadi 5.021 insiden, atau naik hampir 27%.
>>> Blok Plastik Daur Ulang Bisa Rakit Rumah Kecil dalam Lima Hari
Dibandingkan dengan 2017, peningkatan mencapai 39% karena saat itu hanya ada 3.601 laporan penggunaan kekerasan.
Data juga menunjukkan bahwa agresi terhadap petugas polisi meningkat 70% antara 2021 dan 2025, menurut Sistem Pelaporan Berbasis Insiden California.
Faktor Sosial atau Diskriminasi Sistemik?
Letnan Polisi San Diego Cesar Jiménez mengatakan bahwa disparitas rasial dalam penggunaan kekerasan dipengaruhi oleh faktor sosial kompleks seperti kemiskinan, ketidakstabilan perumahan, dan viktimisasi kejahatan.
Ia mencontohkan bahwa warga kulit hitam secara tidak proporsional mewakili populasi tunawisma di San Diego, sehingga lebih sering berinteraksi dengan polisi.
Namun, pengacara hak sipil Geneviéve Jones-Wright membantah argumen tersebut. Ia menegaskan bahwa faktor sosial tidak menggunakan kekerasan; yang menggunakan kekerasan adalah petugas polisi.
"Ketika disparitas rasial mencapai level tertinggi dalam satu dekade, pertanyaannya bukan apakah angka itu bisa dijelaskan, tetapi apakah sistem yang menghasilkan angka itu adil, legal, dan bertanggung jawab," ujar Jones-Wright.
>>> Indonesia Diproyeksikan Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Super Kaya Tercepat
Ia menambahkan bahwa San Diego tidak boleh menerima disparitas rasial dalam penggunaan kekerasan polisi sebagai sesuatu yang tak terhindarkan atau terlalu rumit untuk ditangani.
Update Terbaru
7 Game Penghasil Uang Terpercaya 2026, Saldo DANA Gratis Bisa Cair
Minggu / 28-06-2026, 00:29 WIB
Cara Aktifkan Kembali NIK Bansos PKH dan BPNT yang Terblokir di 2026
Minggu / 28-06-2026, 00:28 WIB
Samsung Galaxy Z Fold 8: Inovasi Baru dengan Harga Lebih Terjangkau
Minggu / 28-06-2026, 00:22 WIB
Pencurian Taksi di Santee Berakhir dengan Penangkapan di Mission Valley
Minggu / 28-06-2026, 00:21 WIB
Pengemudi Divonis 3 Tahun Penjara karena Tabrak Lari Tewaskan Bocah, Picu Bentrok Politik
Minggu / 28-06-2026, 00:21 WIB
BEI: 8 Calon Emiten Siap IPO, Mayoritas Beraset Besar
Minggu / 28-06-2026, 00:14 WIB
Republik Seafood Buka Cabang di Gading Serpong, Datangkan 2 Ton Rahang Tuna dari Papua
Minggu / 28-06-2026, 00:12 WIB
CBP Disinyalir Menumpuk, Pengamat Sebut Dilema Distribusi Bulog
Minggu / 28-06-2026, 00:12 WIB
OpenAI Tunda IPO hingga 2027, Anthropic Berpeluang Salip Lebih Dulu
Minggu / 28-06-2026, 00:12 WIB
J.D. Vance Tetap Bersikukuh Pemilu 2020 Dicurangi, Bill Maher Kecewa
Minggu / 28-06-2026, 00:02 WIB
North West Tampil dengan Piercing Bibir Baru di Paris Fashion Week
Minggu / 28-06-2026, 00:02 WIB
Hasil AVC Cup: Indonesia Cetak Sejarah Lolos ke Final usai Hajar India
Minggu / 28-06-2026, 00:01 WIB
Prediksi RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Laga Penentu
Minggu / 28-06-2026, 00:01 WIB
181 Calon Mahasiswa Jalur SNBP Unhas Mundur, Tak Daftar Ulang
Minggu / 28-06-2026, 00:01 WIB






