Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Sulawesi Selatan, mencatat sebanyak 3.489 peserta dinyatakan lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026.

Dari jumlah tersebut, 3.308 orang telah melakukan daftar ulang, sementara 181 lainnya memilih mundur.

in1

>>> Prediksi Yordania vs Argentina di Piala Dunia 2026: Messi Cadangan, Argentina Tetap Unggul

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof Muhammad Ruslin, menyatakan pihaknya berupaya maksimal agar tidak ada calon mahasiswa yang batal mendaftar ulang karena alasan biaya.

Jumlah yang tidak daftar ulang tahun ini menurun dibanding tiga tahun sebelumnya.

Pada 2023, dari 2.517 peserta lulus, 221 orang tidak melanjutkan (8,78 persen). Tahun 2024, dari 2.822 peserta, 202 tidak melanjutkan (7,16 persen).

Pada 2025, dari 3.140 peserta, 202 tidak melanjutkan (6,43 persen). Sementara tahun 2026, hanya 181 dari 3.489 peserta yang tidak melanjutkan (5,19 persen).

Ruslin menjelaskan Unhas melakukan berbagai langkah strategis, termasuk sosialisasi intensif dan dukungan bagi calon mahasiswa baru.

Sistem uang kuliah tunggal (UKT) di Unhas dirancang berkeadilan dan berbasis kemampuan ekonomi keluarga, dengan delapan kelompok UKT mulai dari Rp500.000 hingga Rp25.000.000 tergantung program studi.

Penetapan UKT melalui verifikasi komprehensif dan partisipatif, serta calon mahasiswa dapat mengajukan banding jika hasil verifikasi dirasa tidak sesuai.

>>> Mantan Lead Skyrim Peringatkan Xbox agar Tidak Terburu-buru Rilis Elder Scrolls dan Fallout

Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Unhas juga aktif mengirimkan pengingat kepada peserta yang lulus agar segera menyelesaikan registrasi ulang.

Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, menegaskan komitmen universitas untuk tidak membiarkan mahasiswa berhenti studi hanya karena alasan biaya.

Fenomena calon mahasiswa mundur juga terjadi di sejumlah kampus negeri lain.