Wakil Presiden Amerika Serikat J. D.

Vance kembali menegaskan keyakinannya bahwa Pemilu 2020 telah dicurangi.

in1

>>> North West Tampil dengan Piercing Bibir Baru di Paris Fashion Week

Pernyataan itu ia sampaikan saat menjadi bintang tamu di acara "Real Time with Bill Maher" pada Jumat (26/6).

Bill Maher langsung melontarkan kritik tajam kepada Vance. Ia meminta Partai Republik berhenti mempermasalahkan kekalahan setiap kali kalah dalam pemilu.

Vance setuju bahwa pihak yang kalah harus mengakui hasil pemilu. Namun, ia tetap bersikeras bahwa Pemilu 2020 tidak sah karena campur tangan perusahaan teknologi.

"Perusahaan teknologi secara harfiah menyensor informasi negatif tentang pihak kiri dan mempromosikan informasi negatif tentang pihak kanan," kata Vance.

Ia menambahkan bahwa hal itu "menghancurkan pertukaran ide yang terbuka."

>>> Hasil AVC Cup: Indonesia Cetak Sejarah Lolos ke Final usai Hajar India

Maher mengingatkan Vance tentang penyelesaian gugatan antara Fox News dan Dominion Voting Systems. Fox membayar USD 787,5 juta setelah dituduh menyebarkan klaim palsu tentang mesin pemungutan suara.

Seorang hakim menyatakan klaim tersebut tidak benar.

Meski demikian, Vance tidak bergeming. Ia terus menyalahkan perusahaan teknologi dan tidak pernah setuju untuk berhenti menyebut hasil Pemilu 2020 curang.

Sikap Vance ini bukan hal baru.

Sebelumnya, ia bertepuk tangan saat Presiden Donald Trump kembali menuduh Partai Demokrat ingin berbuat curang dalam pidato State of the Union tahun ini.

>>> Prediksi RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Laga Penentu

Maher akhirnya mengakhiri perdebatan tanpa kesepakatan. Ia berkata kepada Vance, "Kamu akan mendapat tepukan besar di punggung saat kembali ke Gedung Putih."