Sebelumnya, prosedur ini dianggap mustahil karena struktur pembuluh darah yang rumit di area panggul dan kesulitan teknis operasi.

Terobosan ini membutuhkan ketekunan bertahun-tahun dari tim Dr. Nassiri.

in1

Selama ini, pasien dengan masalah kandung kemih parah akibat kanker, nyeri kronis, radiasi, atau penyakit neurologis biasanya menjalani sistektomi—pengangkatan total kandung kemih.

Dokter kemudian membuat kandung kemih baru (neobladder) dari segmen usus yang dihubungkan ke ureter.

Setelah operasi, urine bisa keluar melalui uretra, dinding perut (dengan pengosongan manual setiap enam jam), atau melalui stoma yang terhubung ke kantong penampung plastik.

Namun, komplikasi terjadi pada sekitar 80% kasus, termasuk pendarahan internal, infeksi bakteri, masalah pencernaan, dan hilangnya fungsi ginjal.

Dr. Nassiri menjelaskan, "Transplantasi kandung kemih menyediakan reservoir urine yang lebih normal dan dapat menghindari banyak masalah jangka pendek dan panjang yang terkait dengan penggunaan usus."

Harapan dan Kehati-hatian ke Depan

Meski hasil awal menggembirakan, dokter tetap berhati-hati. Masih diperlukan lebih banyak waktu dan bukti untuk menyatakan transplantasi kandung kemih sebagai keberhasilan penuh.

Pertanyaan besar masih ada, seperti seberapa baik kandung kemih akan berfungsi dalam jangka menengah dan panjang, serta kemungkinan penolakan transplantasi.

>>> 5 Plugin Komunitas yang Membuat Obsidian Mobile Lebih Sempurna

Komunitas medis akan memantau perkembangan Oscar dengan saksama, berharap operasi perintis ini menjadi awal era baru dalam pengobatan penyakit saluran kemih yang kompleks.