Mayoritas pekerja di Indonesia menilai gaji yang diterima sudah sesuai standar pasar. Namun, persepsi adil ternyata belum cukup membuat mereka merasa dihargai.

Laporan Salary Pulse dari Jobstreet by SEEK mengungkapkan bahwa 81% dari 1.010 responden profesional berusia 18-64 tahun menganggap gaji mereka layak.

in1

>>> Viral! Fans Seksi Panama Jacky Guzman Ramal Timnya Kalahkan Inggris di Piala Dunia 2026

Meski demikian, hanya 66% yang benar-benar puas dengan nominal yang diterima.

Kesenjangan antara rasa keadilan dan kepuasan finansial ini menunjukkan bahwa gaji bukan sekadar angka pasar, melainkan bentuk penghargaan atas kontribusi.

Kepuasan gaji berdampak langsung pada produktivitas. Pekerja yang puas 1,7 kali lebih termotivasi memberikan usaha ekstra.

Sebaliknya, karyawan tidak puas memiliki peluang 2,2 kali lebih besar untuk mencari pekerjaan baru. Hal ini menegaskan pentingnya kebijakan remunerasi dalam menjaga loyalitas.

Managing Director Jobstreet by SEEK Indonesia, Wisnu Dharmawan, menekankan bahwa kepuasan gaji adalah faktor mendasar. "Perusahaan perlu membuka komunikasi transparan mengenai kompensasi," ujarnya.

Survei juga menemukan bahwa pekerja Indonesia bersedia berkompromi demi kenaikan gaji.

Sebanyak 29% responden rela tetap on call di luar jam kerja, dan 29% lainnya bersedia pindah kota atau negara jika mendapat kenaikan 10%.

>>> Ampas Kopi Bisa Perkuat Beton Hingga 30 Persen, Temuan Ilmuwan Australia

Namun, hanya 3% yang mau bekerja di perusahaan dengan budaya toxic, dan 6% bersedia di perusahaan yang tidak sejalan dengan nilai pribadi.

Budaya kerja tetap menjadi pertimbangan utama.

Dari sisi negosiasi, 64% pekerja pernah meminta kenaikan gaji, dan 83% di antaranya berhasil.

Tren kenaikan gaji masih positif: 62% pekerja menerima kenaikan dalam setahun terakhir, mayoritas hingga 5%, dan 39% mendapat kenaikan 6-10%.

Jenis kenaikan juga memengaruhi kepuasan.

Karyawan yang mendapat kenaikan berbasis kinerja memiliki tingkat kepuasan 89%, lebih tinggi dibanding yang hanya menerima penyesuaian massal (67%).

>>> Sekolah Dimulai Satu Jam Lebih Siang, Ini Dampaknya pada Remaja

Berdasarkan usia, Generasi Z mencatat kepuasan gaji 65%, sementara Generasi X hanya 41% meski pendapatan rata-rata lebih besar.