LBH Surabaya Klaim Sempat Dipersulit Dampingi Massa Aksi yang Ditahan
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya mengaku sempat dihalang-halangi saat hendak memberikan pendampingan hukum kepada puluhan massa aksi #IndonesiaSekarat yang ditahan di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur.
Dugaan penghalangan akses bantuan hukum itu berlangsung sejak Jumat (26/6) malam hingga Sabtu (27/6) sore.
>>> 7 Tanaman Hias Penyerap Panas, Bikin Rumah Lebih Sejuk
Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye sekaligus pengacara publik LBH Surabaya, Ramli Himawan mengatakan timnya mendatangi Mapolrestabes Surabaya sekitar pukul 22.00 WIB, Jumat (26/6) untuk memastikan keberadaan para demonstran sekaligus memberikan bantuan hukum.
Namun, akses advokat pro bono untuk bertemu langsung dengan warga yang diamankan tidak diberikan secara cepat dan efektif hingga Sabtu (27/6) pukul 17.00 WIB.
"Hingga Sabtu tanggal 27 Juni 2026 pukul 17.00 WIB upaya tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Akses advokat untuk bertemu dengan warga yang diamankan tidak diberikan secara cepat dan efektif," kata Ramli saat dikonfirmasi, Sabtu (27/6).
Ramli mengatakan hambatan tersebut tidak hanya menghalangi kerja-kerja bantuan hukum, tetapi juga berpotensi melanggar hak setiap orang untuk memperoleh pendampingan hukum sejak awal proses pemeriksaan.
Padahal, hal itu dijamin KUHAP yang baru dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.
LBH Surabaya telah menyampaikan surat permohonan konfirmasi dan akses bantuan hukum secara tertulis kepada kepolisian.
Surat itu memuat permintaan informasi soal jumlah warga yang diamankan, identitas, status hukum, lokasi penempatan, kondisi kesehatan, serta akses bagi advokat untuk menjalankan pendampingan.
"Namun hingga kini LBH Surabaya masih menunggu tindak lanjut resmi atas surat tersebut," ucapnya.
24 Massa Aksi Ditahan
Tim Advokasi Jaringan Anti Kriminalisasi yang terdiri dari LBH Surabaya dan KontraS Surabaya mencatat, jumlah massa aksi #IndonesiaSekarat yang ditangkap aparat Polrestabes Surabaya telah bertambah menjadi 24 orang, termasuk satu perempuan.
Update Terbaru
OpenAI Tunda IPO hingga 2027, Anthropic Berpeluang Salip Lebih Dulu
Minggu / 28-06-2026, 00:12 WIB
J.D. Vance Tetap Bersikukuh Pemilu 2020 Dicurangi, Bill Maher Kecewa
Minggu / 28-06-2026, 00:02 WIB
North West Tampil dengan Piercing Bibir Baru di Paris Fashion Week
Minggu / 28-06-2026, 00:02 WIB
Hasil AVC Cup: Indonesia Cetak Sejarah Lolos ke Final usai Hajar India
Minggu / 28-06-2026, 00:01 WIB
Prediksi RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Laga Penentu
Minggu / 28-06-2026, 00:01 WIB
181 Calon Mahasiswa Jalur SNBP Unhas Mundur, Tak Daftar Ulang
Minggu / 28-06-2026, 00:01 WIB
Prediksi Yordania vs Argentina di Piala Dunia 2026: Messi Cadangan, Argentina Tetap Unggul
Minggu / 28-06-2026, 00:01 WIB
Mantan Lead Skyrim Peringatkan Xbox agar Tidak Terburu-buru Rilis Elder Scrolls dan Fallout
Minggu / 28-06-2026, 00:01 WIB
Dead or Alive 6: Last Round Dikecam Pemain Steam karena DLC Mahal dan Fitur Kurang
Minggu / 28-06-2026, 00:01 WIB
Nintendo Pastikan Splatoon Raiders Atasi Masalah Komunikasi Online Splatoon 3
Minggu / 28-06-2026, 00:00 WIB
3 Produk Eksfoliator untuk Kulit Berjerawat Rekomendasi Dokter Estetika
Sabtu / 27-06-2026, 23:56 WIB
4 Rekomendasi Lipstik Tahan 16 Jam yang Dijual di Alfamart
Sabtu / 27-06-2026, 23:56 WIB
8 Rekomendasi Cushion BPOM Terbaik untuk Riasan Sehari-hari
Sabtu / 27-06-2026, 23:56 WIB
Jalan Argentina ke Final Piala Dunia 2026 Terbuka Lebar: Lawan Terpetakan, Ujian Berat Menanti
Sabtu / 27-06-2026, 23:49 WIB






