Saildrone Voyager bukanlah gadget kecil yang meluncur di atas ombak.

Ini adalah kendaraan permukaan tak berawak sepanjang 33 kaki yang dirancang untuk pengawasan pesisir persisten dan misi pemetaan dekat pantai, dengan kamera, radar, penerima sistem identifikasi otomatis, dan operasi daya tahan lama.

in1

Saildrone menyebutkan daya tahan Voyager mencapai 100 hari di antara perhentian servis.

Dengan kata lain, satu kapal dapat bertahan cukup lama untuk menjadi pemandangan yang akrab bagi pengguna perahu yang mungkin tidak pernah tahu persis apa yang dilihat atau direkamnya.

Kekhawatiran Privasi Muncul

Para pembela hak dan beberapa pengguna Great Lakes khawatir program itu bisa mengumpulkan lebih banyak informasi daripada yang dipahami publik.

Petra Molnar, peneliti di Refugee Law Lab York University, mengatakan kepada The Guardian bahwa model yang dimiliki dan dioperasikan kontraktor menciptakan pertanyaan tak terjawab tentang retensi, akses, dan akuntabilitas.

Kekhawatiran itu penting karena Great Lakes bukan zona militer tertutup.

>>> Kemenhan Ungkap Kronologi dan Penyebab Wafatnya 5 Peserta Latsarmil Calon Manajer Kopdes

Mereka adalah perairan kerja, tempat pemancingan, koridor pengiriman, tujuan wisata, dan pelarian akhir pekan bagi keluarga yang mungkin hanya ingin naik perahu tanpa merasa menjadi bagian dari eksperimen perbatasan.

Pertanyaan Kebutuhan

Pendukung drone berpendapat bahwa Great Lakes membentuk perbatasan lunak dengan Kanada, dan visibilitas Coast Guard yang lebih luas dapat membantu mendeteksi penyelundupan, aktivitas kapal tidak aman, atau penangkapan ikan ilegal.

Danau-danau ini mencakup lebih dari 94.000 mil persegi, dan tidak ada badan yang bisa berada di mana-mana sekaligus.

Namun, kritikus menunjukkan kesenjangan antara skala pengawasan dan bukti publik tentang ancaman tersebut.