Kepolisian Orlando (OPD) resmi meluncurkan program drone sebagai responden pertama (DFR) pada Rabu (24/6/2026).

Program ini bertujuan mengurangi waktu respons dan memberikan informasi kritis bagi petugas yang menuju lokasi kejadian.

in1

Kepala OPD Eric Smith mengatakan pihaknya telah menguji program sejak Oktober 2025 dan telah menerbangkan drone lebih dari 900 kali.

Drone berhasil membantu menemukan 90 kendaraan dan lebih dari 150 tersangka, serta tiba di lokasi kejadian 43% lebih cepat dari petugas.

Dalam 92% kasus, drone memberikan informasi berguna bagi petugas.

Biaya dan Teknologi

Program DFR menelan biaya sekitar $6,8 juta selama sembilan tahun, atau $759.000 per tahun.

Sebanyak 11 drone ditempatkan di titik-titik strategis di wilayah Orlando.

Drone dilengkapi kemampuan mengunci koordinat GPS, mengikuti kendaraan target secara otomatis, pencitraan termal, dan zoom untuk membaca plat nomor serta melihat ke dalam kendaraan dari ketinggian.

Pilot dapat mengendalikan drone dari pusat kejahatan real-time OPD menggunakan mouse dan keyboard atau kontroler Xbox.

Dampak dan Privasi

Peluncuran program ini terjadi setelah penurunan pembunuhan sebesar 58% dan penurunan kejahatan secara keseluruhan sebesar 19% di Orlando dari 2024 ke 2025.

Wali Kota Buddy Dyer yakin program DFR akan memperkuat dampak positif tersebut.

Terkait privasi, Smith menegaskan drone hanya digunakan untuk kejahatan yang sedang berlangsung, terutama kejahatan kekerasan.

Drone tidak dilengkapi kecerdasan buatan seperti pengenalan wajah.

"Ini bukan untuk mengintip jendela atau halaman belakang warga," ujar Smith. "Ini untuk menjaga keselamatan petugas dan masyarakat."

Berbeda dengan program di St. Cloud, OPD belum menyediakan fitur pencarian penerbangan drone secara daring, namun Smith mengatakan hal itu bisa berubah di masa depan.