Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati mengapresiasi peningkatan kepercayaan publik terhadap Polri yang mencapai 82,4 persen berdasarkan survei Litbang Kompas pada pertengahan 2026.

Menurut Sari, angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan cerminan perubahan yang dirasakan langsung masyarakat.

in1

>>> Momen Manis Larissa Chou dan Ikram Rosadi Sebelum Gugat Cerai

"Kepercayaan publik tak bisa dibangun hanya berdasarkan narasi, tapi kerja nyata yang konsisten.

Saat publik mulai merasakan perubahan dalam pelayanan, penegakan hukum, dan kehadiran negara melalui Polri, maka kepercayaan itu tumbuh secara organik," ujar Sari, Sabtu (27/6/2026).

Fokus pada Isu Krusial: Judi Online hingga TPPO

Peningkatan kepercayaan ini didorong oleh keberhasilan Polri menangani judi online, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), dan peredaran narkotika.

Komisi III DPR RI mencatat peningkatan performa kepolisian dalam memberantas praktik judi online dan tindak pidana siber yang meresahkan.

>>> Virgoun Akad Nikah Ulang dengan Lindi Fitriyana usai Akikah Putra Pertama

Polri juga dinilai adaptif dengan memperkuat infrastruktur pelayanan publik berbasis teknologi, sehingga akses masyarakat terhadap keadilan lebih transparan dan cepat.

Sari menekankan profesionalisme Polri diuji melalui keberanian institusi melakukan pembersihan internal. Ketegasan terhadap oknum anggota yang melanggar aturan menjadi sinyal keseriusan Polri dalam berbenah.

"Membangun institusi yang profesional, bersih, dan dipercaya masyarakat harus berani menindak anggota sendiri. Akuntabilitas Polri adalah fondasi utama penegakan hukum," kata dia.

>>> Anak Ketiga Jadi Hadiah Ulang Tahun Pernikahan ke-14 Audy dan Iko Uwais

UU Polri Sebagai Momentum Transformasi

Selain aspek operasional, penguatan regulasi juga menjadi sorotan. Sari menilai perubahan UU Polri menjadi tonggak sejarah baru dalam memperkokoh kelembagaan.