Kementerian Pertahanan (Kemenhan) akhirnya mengungkap kronologi lengkap dan hasil evaluasi medis terkait meninggalnya lima peserta calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.

Mereka meninggal saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil).

in1

>>> Pertamina Patra Niaga Optimalkan Distribusi BBM di Sejumlah Wilayah

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kelima peserta meninggal akibat kondisi klinis yang berbeda-beda.

Mulai dari henti jantung (cardiac arrest), heat stroke, tuberkulosis (TB) paru aktif, hingga pneumonia dengan komplikasi medis.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhan Mayjen TNI Gede Wetan Pastia mengatakan penjelasan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.

Menurutnya, seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum pendidikan dan mendapat penanganan medis sesuai prosedur.

Kronologi Masing-masing Kasus

Peserta pertama yang meninggal adalah Yonanda Muhammad Taufiq dari Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja.

Pada 17 Juni 2026 sekitar pukul 16.00 WIB, ia mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan dengan berjalan kaki.

Sekitar pukul 17.17 WIB, pelatih mendapati korban mengalami penurunan kesadaran. Tim kesehatan segera mengevakuasi ke Pos Kesehatan Satdik sebelum dirujuk ke RS dr. Noesmir Baturaja.

Korban dinyatakan meninggal pada pukul 18.30 WIB dengan diagnosis cardiac arrest.

Kasus kedua dialami Anisa Muyassaroh dari Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan.

Pada 18 Juni 2026 sekitar pukul 13.35 WITA, sebelum pembelajaran dimulai, ia mengeluhkan sesak napas dan mual.

Setelah diperiksa di Pos Kesehatan, korban dirujuk ke RST dr. Hardjanto Balikpapan. Kondisinya terus menurun hingga hasil EKG menunjukkan flat asystole.

Dokter menyatakan meninggal pada pukul 19.00 WITA dengan penyebab heat stroke.

Korban ketiga, Novia Rahmadhani Sihotang dari Satdik Pusbahasa Kodiklatau, datang ke unit kesehatan pada 22 Juni 2026 dengan keluhan batuk berdahak, sesak napas, dan demam.