Saya bukan ahli jamur. Namun, ketertarikan pada dunia fungi sudah ada sejak kecil.

Meski minat itu sempat mereda, tinggal di daerah tropis mengubah segalanya. Akhir-akhir ini, saya melihat lebih banyak jamur liar bermunculan, yang kembali membangkitkan rasa penasaran saya.

in1

>>> Cara Mudah Cek Penyaluran 4 Jenis Bansos yang Cair Sepanjang 2026

Sebagai pengguna rutin Google Lens dan Gemini, saya biasanya memindai tanaman saat berjalan-jalan. Namun, alat tersebut tidak dirancang untuk mikologi serius.

Saya menginginkan sesuatu yang khusus untuk mencari jamur, dengan fitur yang tidak bisa didapat dari Google Lens atau Gemini.

Setelah mencari secara daring, saya menemukan ShroomID. Aplikasi ini memenuhi banyak kriteria—dari fungsi pencarian langsung hingga identifikasi berbasis komunitas dan mode offline opsional.

Saya telah mengujinya selama lebih dari seminggu, dan aplikasi ini membuat saya merasa lebih paham tentang lanskap jamur lokal.

Aplikasi Mandiri untuk Pemburu Jamur

Setiap kali saya mendaki atau berjalan santai, rutinitas saya selalu sama: memotret tanaman atau serangga menarik.

Saya biasanya menggunakan Google Pixel 9 Pro XL atau Samsung Galaxy Z Flip 7 untuk menjalankan pencarian visual melalui Google Lens, dan juga mengandalkan Ask Gemini.

Menambahkan jamur liar ke dalam campuran menyoroti keterbatasan alat Google. Lens atau Gemini hasilnya tidak konsisten, dan memerlukan koneksi internet aktif.

Di antara pilihan yang ada, ShroomID menjadi yang teratas. Fitur paling esensial tersedia di tingkat gratis.

Mode offline tersedia di balik paywall premium, tetapi saya bisa mencoba fitur berbayar melalui uji coba sebelum berlangganan.

Anda bisa memulai dengan semua yang ada di tingkat gratis.