PP TUNAS Mulai Berdampak, 4,7 Juta Akun Anak Dinonaktifkan Platform Digital
Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) mulai menunjukkan dampak nyata.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat sebanyak 4,7 juta akun anak telah dinonaktifkan oleh platform digital.
>>> Komdigi Ubah Fokus Literasi Digital ke Upskilling dan AI
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut capaian itu merupakan langkah awal implementasi PP TUNAS yang mewajibkan platform digital meningkatkan perlindungan terhadap pengguna anak.
“TikTok sudah menurunkan 4,1 juta akun per Juni ini. YouTube telah melaporkan di bulan Mei itu kurang lebih 600 ribu akun.
Kita ingin platform lain untuk mengikuti,” ujar Meutya saat mengunjungi Pameran Foto Jurnalistik Antara bertema Perisai Tunas di Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).
Selain penonaktifan akun, sekitar 200 platform digital telah menyampaikan self assessment sebagai bagian dari implementasi PP TUNAS.
Pemerintah kini tengah mengevaluasi laporan tersebut untuk menentukan tingkat risiko masing-masing platform.
>>> TECNO Perkenalkan EllaClaw AI Terbaru dengan Otomatisasi Lintas Aplikasi dan 40+ Skill Pintar
Pendekatan berbasis risiko diterapkan agar setiap penyelenggara sistem elektronik meningkatkan perlindungan terhadap anak sesuai karakteristik layanannya.
“Kita tidak hanya menunda akses anak saja, tapi kita juga ingin ada perubahan perilaku dari platform. Jadi kita membuat aturannya itu berdasarkan risiko atau risk based,” kata Meutya.
Proses penilaian terhadap laporan self assessment masih berlangsung. Hasil evaluasi akan menjadi dasar penetapan profil risiko platform dan disampaikan kepada publik.
“Kita saat ini tengah memeriksa berkas dari seluruh platform yang sudah masuk itu untuk menilai apakah ini risiko tinggi atau tidak,” ujarnya.
>>> Pegulat Joe Doering Meninggal Dunia di Usia 44 Tahun
Meutya menegaskan keberhasilan PP TUNAS tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga memerlukan dukungan platform digital, orang tua, media, dan masyarakat dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak.
Update Terbaru
Link Live Streaming Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026
Sabtu / 27-06-2026, 00:50 WIB
Prediksi Cape Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Laga Penentu Nasib
Sabtu / 27-06-2026, 00:50 WIB
Link Live Streaming Norwegia vs Prancis di Piala Dunia 2026
Sabtu / 27-06-2026, 00:49 WIB
Anime Are You a Landmine, Chihara-san? Rilis Januari 2027 dengan Cast dan Staf Baru
Sabtu / 27-06-2026, 00:49 WIB
DC Rilis Serial Anime Pertama: Joker: Laugh Riot Hadirkan Sisi Baru Batman
Sabtu / 27-06-2026, 00:49 WIB
Crunchyroll Konfirmasi Streaming Anime Kagurabachi Mulai April 2027
Sabtu / 27-06-2026, 00:49 WIB
The World's Strongest Witch Tambahkan Fairouz Ai dan Honoka Inoue ke Pemeran
Sabtu / 27-06-2026, 00:49 WIB
10 Anime Olahraga di Crunchyroll untuk Temani Piala Dunia 2026
Sabtu / 27-06-2026, 00:46 WIB
Laba-laba Langka 'Pink Floyd' Ditemukan di Dinding Rumah Kolombia
Sabtu / 27-06-2026, 00:46 WIB
Misteri Danau K’gari yang Tiba-tiba Kering Meski Hujan Deras
Sabtu / 27-06-2026, 00:46 WIB
Kepala Desa Ungkap Taufik Hidayat Bermasalah Sejak Kecil, Sering Dibela Ayah
Sabtu / 27-06-2026, 00:43 WIB
SIRCLO Bantu ASICS Tingkatkan Pesanan 14 Kali Lipat Lewat Omnichannel
Sabtu / 27-06-2026, 00:42 WIB
Kemenaker Ingatkan Nasib 5,3 Juta Pekerja Tergantung Industri Hasil Tembakau
Sabtu / 27-06-2026, 00:42 WIB
Prabowo Ungkap Elite yang Tak Mau Diajak Kerja Sama Hambat Pembangunan
Sabtu / 27-06-2026, 00:42 WIB






