Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengubah arah program literasi digital nasional.

Fokusnya kini beralih dari pengenalan penggunaan internet dan perangkat digital ke peningkatan keterampilan (upskilling) yang relevan dengan kecerdasan artifisial (AI).

in1

>>> TECNO Perkenalkan EllaClaw AI Terbaru dengan Otomatisasi Lintas Aplikasi dan 40+ Skill Pintar

Perubahan strategi ini dilakukan setelah program literasi digital berjalan hampir satu dekade. Evaluasi dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menjadi dasar pergeseran tersebut.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan kebutuhan masyarakat kini tidak lagi sebatas memahami cara menggunakan perangkat digital.

Masyarakat perlu meningkatkan kemampuan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat.

“Program literasi digital sekarang lebih ke upskilling, meningkatkan kecakapan yang lebih kontekstual dan relevan dengan perkembangan sekarang,” ujarnya dalam audiensi dengan Asosiasi Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).

Nezar menjelaskan perubahan arah kebijakan juga didasarkan pada hasil evaluasi Bappenas terhadap pelaksanaan program literasi digital yang telah dijalankan pemerintah selama hampir 10 tahun.

“Kita melakukan program-program literasi digital sudah cukup lama, hampir satu dekade dan evaluasi yang dilakukan oleh Bappenas terhadap program ini juga sudah final.

Kita tidak melanjutkan lagi literasi digital seperti yang dulu,” ungkapnya.

>>> Pegulat Joe Doering Meninggal Dunia di Usia 44 Tahun

Menurut Nezar, literasi mengenai penggunaan gawai, akses internet, serta kecakapan dasar memasuki ruang digital kini tidak lagi menjadi fokus utama.

Tingkat adopsi teknologi sudah jauh lebih tinggi dibandingkan beberapa tahun lalu.

Selain itu, materi mengenai keamanan digital dan etika bermedia juga mulai banyak diadopsi oleh penyelenggara platform digital melalui berbagai kebijakan dan pedoman komunitas.

“Kalau sekarang kayaknya sudah lewat masa itu. Walaupun masih dibutuhkan, tetapi sudah dikerjakan ataupun diadopsi oleh platform-platform lewat community guidelines dan lain-lain,” imbuhnya.

Ke depan, Komdigi akan memfokuskan program literasi digital pada penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi tantangan baru di ruang digital.

Termasuk meningkatkan kemampuan mengenali dan menghadapi disinformasi, misinformasi, serta penyebaran hoaks yang semakin kompleks di era kecerdasan artifisial.

Perubahan strategi ini diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia digital Indonesia.

>>> BPBD Belum Terima Laporan Dampak Gempa M6,7 Sangihe, Masyarakat Diimbau Tenang

Tujuannya agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi secara produktif, kritis, dan bertanggung jawab.