Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara, Adolf H Tamengkel, mengaku hingga Jumat (26/6) malam belum menerima laporan kerusakan akibat gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah utara Kepulauan Sangihe.

"Tidak (ada laporan)," kata Adolf kepada CNNIndonesia. com.

in1

>>> Jaksa New York Cabut Dakwaan Pemerkosaan terhadap Harvey Weinstein

Kepala BPBD Sangihe, Wandu Labesi, menegaskan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Ia mengimbau masyarakat menghindari bangunan retak atau tidak kokoh untuk mencegah korban jiwa.

"Kami imbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap waspada," ujar Labesi dalam keterangannya.

Gempa terjadi pada pukul 19.34 WITA dengan pusat di laut 200 km barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, pada kedalaman 31 km.

>>> Efek Sayembara Perburuan Diklaim Bikin Taufik Hidayat Ciut Kena Mental

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan gempa ini merupakan jenis dangkal akibat subduksi lempeng laut Filipina dengan mekanisme pergerakan geser (strike-slip).

Guncangan dirasakan dengan skala intensitas V MMI di Kepulauan Marore dan Sangihe, IV MMI di Kendahe dan Miangas, III-IV MMI di Tahuna, Melonguane, dan Ondong, serta III MMI di Manado dan II-III MMI di Airmadidi.

>>> Asisten Pelatih Bersyukur Timnas Voli Putra Indonesia Lolos Semifinal AVC Men's Cup 2026

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan. Hasil pemodelan BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.