Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor mencapai Rp7,31 triliun hingga April 2026.

Angka tersebut tumbuh 2,92% secara tahunan (year-on-year/YoY) di tengah pemulihan sektor otomotif.

in1

>>> Vivo X Fold 6 Resmi Meluncur dengan Dimensity 9500 dan Baterai 7.000 mAh

Sementara itu, nilai klaim yang dibayarkan mencapai Rp2,66 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan lini usaha kendaraan bermotor masih menjadi penopang utama pendapatan industri asuransi umum.

“Berdasarkan data posisi April 2026, pendapatan premi lini usaha kendaraan bermotor pada industri asuransi umum tercatat sebesar Rp7,31 triliun atau tumbuh 2,92% secara year-on-year (YoY),” ujar Ogi dalam lembar jawaban tertulis, Jumat (26/6/2026).

“Kinerja ini menunjukkan bahwa lini usaha kendaraan bermotor masih tumbuh positif dan tetap menjadi salah satu kontributor utama bagi industri asuransi umum,” tambahnya.

Prospek Bisnis Asuransi Kendaraan

Menurut OJK, prospek bisnis asuransi kendaraan bermotor masih terbuka seiring membaiknya aktivitas ekonomi dan industri otomotif.

>>> Paris Hilton hingga Brad Pitt Hadiri Laga Timnas AS vs Turki di Piala Dunia

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil secara wholesales hingga April 2026 mencapai 80.776 unit, meningkat 55% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Ke depan, prospek lini usaha ini masih cukup baik seiring dengan pemulihan aktivitas ekonomi dan sektor otomotif,” kata Ogi.

Untuk menjaga pertumbuhan premi, OJK mendorong perusahaan asuransi memperkuat kerja sama dengan pelaku industri otomotif dan lembaga pembiayaan.

Regulator juga mendukung pengembangan kanal distribusi digital, inovasi produk yang sesuai kebutuhan konsumen, peningkatan kualitas layanan, serta pengelolaan klaim yang lebih baik.

>>> Aksi Masyarakat Sipil di Surabaya Berlangsung hingga Malam, Polisi Bubarkan Massa

“Dengan langkah tersebut, industri diharapkan dapat memanfaatkan peluang pertumbuhan secara optimal dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan kualitas portofolio,” ujar Ogi.