Peredaran narkoba 'zombie' semakin merajalela di Amerika Serikat, bahkan mulai menjangkit ke sejumlah negara. Narkoba jenis baru ini dikenal dengan sebutan tranq atau xylazine.

Xylazine adalah obat bius yang biasa digunakan untuk hewan besar seperti kuda dan rusa.

in1

>>> Cara Mudah Cek KAJ 2026: Panduan Lengkap Melihat Status Penerima Kartu Anak Jakarta

Namun, obat ini tidak aman digunakan pada manusia dan dapat menyebabkan efek samping serius yang mengancam jiwa.

Menurut laporan News Nation Now, Philadelphia menjadi salah satu pusat peredaran narkoba terbuka di AS. Di lingkungan Kensington, warga sering ditemukan pingsan atau kehilangan kesadaran akibat penggunaan narkoba.

Seorang pemilik bisnis di Kensington Avenue, Elvys Amancia, mengungkapkan bahwa penyalahgunaan narkoba di daerah tersebut berada pada kondisi terburuk.

Ia melihat orang menyuntikkan narkoba di depan umum, termasuk di depan sekolah.

Para pengguna narkoba itu berjalan seperti zombie, membungkuk, bahkan tidur di jalanan. Pada tahun 2023, sumber penegak hukum menyebutkan bahwa xylazine terdapat dalam 90% pasokan narkoba di Philadelphia.

Tranq adalah obat penenang mematikan yang digunakan untuk meningkatkan efek heroin, kokain, dan fentanil.

Obat ini berbahaya karena dapat menekan pernapasan, tekanan darah, detak jantung, dan suhu tubuh hingga tingkat kritis.

>>> DFSK Pilih PHEV karena Infrastruktur EV di Indonesia Belum Merata

Selain itu, orang yang menyuntikkan obat yang mengandung xylazine dapat mengalami luka kulit parah dan bercak jaringan mati yang membusuk.

Luka ini mudah terinfeksi dan jika tidak ditangani dapat menyebabkan amputasi.

FDA telah berkomunikasi dengan penyedia layanan kesehatan tentang risiko pasien yang terpapar xylazine dalam obat-obatan terlarang.

Sementara itu, Journal of New England of Medicine melaporkan bahwa zat psikoaktif baru terus berkembang di AS.

Pada 12 Juli 2016, kannabinoid sintetis menyebabkan keracunan massal terhadap 33 orang di New York City. Peristiwa itu digambarkan sebagai wabah 'zombie' karena penampilan orang-orang yang mabuk.

Kannabinoid sintetis biasanya dilarutkan dalam pelarut, diaplikasikan pada substrat herbal, dan dihisap seperti ganja. Efek samping yang sering dilaporkan meliputi kantuk, pusing, dan detak jantung tidak teratur.

>>> Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Berat Samurai Biru

Kematian dan perilaku 'zombie' adalah efek paling serius.