DFSK Pilih PHEV karena Infrastruktur EV di Indonesia Belum Merata
Sokonindo Automobile (DFSK) mengungkapkan alasan memilih masuk ke segmen Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di Indonesia melalui model E5 Plus.
Director of Sales Center Sokonindo Automobile, Cin Hok Rifin, mengatakan teknologi PHEV lebih sesuai dengan kondisi saat ini, terutama terkait ketersediaan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik.
>>> Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Berat Samurai Biru
Ia menjelaskan perkembangan infrastruktur pengisian daya belum sepenuhnya merata di Indonesia.
PHEV dapat menjadi solusi karena sistem elektrifikasinya tidak hanya bersumber dari daya listrik luar, tetapi juga mesin pembakaran dalam (ICE).
"Jadi kami pilih PHEV dulu karena kami ingin menyerahkan ke konsumen untuk mengatur sendiri kebiasaannya," kata Cin Hok di Jakarta, Selasa (23/4).
Ia memberi contoh tantangan masyarakat di tengah keterbatasan SPKLU.
"Saya kasih contoh pulang kantor sudah jam 9 malam, tiba-tiba di basement sudah 20 persen baterai, terus kita harus cari infrastruktur dulu, ternyata masih ada yang antre.
Padahal harusnya kita sudah kumpul bareng keluarga, tapi kita harus antre," tuturnya.
Karena alasan tersebut, Cin Hok menilai teknologi PHEV dapat menjadi solusi transisi yang lebih fleksibel bagi konsumen.
>>> Golongan dan Pangkat PPPK 2026 Berdasarkan Pendidikan, Cek Penempatannya
Saat baterai habis, kendaraan tetap dapat melanjutkan perjalanan menggunakan mesin bensin tanpa perlu khawatir mencari fasilitas pengisian daya.
"Makanya kita bawa PHEV, dan saat bawa jauh enggak usah khawatir. Jakarta-Lombok bisa 1.400 km," kata dia.
Sebagai mobil PHEV, E5 Plus dibekali baterai berkapasitas 25 kWh sehingga mobil memungkinkan digunakan layaknya kendaraan listrik murni untuk kebutuhan harian.
Jarak tempuh hanya dari penggunaan baterai mencapai 140 km.
"Murni EV bisa 140 km tanpa menggunakan mesin," ujarnya. "Dan efisiensi jauh dari hybrid, 1 liter bisa 83 km.
PHEV ini banyak keunggulan," ujar Cin Hok lagi.
Meski saat ini fokus memperkenalkan teknologi PHEV, DFSK menegaskan tidak akan meninggalkan segmen kendaraan listrik murni atau battery electric vehicle (BEV).
>>> Polisi Periksa Firdaus Oiwobo Terkait Laporan ke Eks Ketua BEM UGM Tiyo
Ia bahkan membuka peluang akan menghadirkan mobil listrik anyar di Indonesia.
Update Terbaru
Sisi Gelap Kripto: Alat Transaksi Bandar Narkoba Dunia
Jumat / 26-06-2026, 11:26 WIB
Perputaran Uang Jumbo di Balik Bisnis Gelap Narkoba di Indonesia
Jumat / 26-06-2026, 11:25 WIB
Kumpulan Kode Pickaxe Simulator Juni 2026 dan Cara Redeem
Jumat / 26-06-2026, 11:21 WIB
Hari Kedua Pencak Silat Piala Presiden 2026 Makin Meriah, Upacara Pembukaan Digelar
Jumat / 26-06-2026, 11:20 WIB
Harga Emas Antam Stabil di Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Naik
Jumat / 26-06-2026, 11:20 WIB
Kode Anime Final Quest Juni 2026 dan Cara Redeem Hadiah Gratis
Jumat / 26-06-2026, 11:16 WIB
Cek Bansos Lansia 2026: Panduan Kartu Lansia Jakarta (KLJ)
Jumat / 26-06-2026, 11:15 WIB
Kenapa Narkoba Kerap Jadi Dalih Trump buat Serang Negara Lain?
Jumat / 26-06-2026, 11:15 WIB
Jepang Wakil Asia Pertama yang Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Jumat / 26-06-2026, 11:15 WIB
Dubes Selandia Baru Optimistis Timnas Bisa Melaju di Piala Dunia 2026
Jumat / 26-06-2026, 11:15 WIB
Daftar 19 Negara Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Jepang dan Swedia Terbaru
Jumat / 26-06-2026, 11:14 WIB
Polisi Antisipasi Keramaian Fans Taylor Swift di Area Madison Square
Jumat / 26-06-2026, 11:14 WIB
Apple Dikabarkan Lewati M6 Pro dan Max, Langsung ke M7 Berbasis AI
Jumat / 26-06-2026, 11:14 WIB
Prabowo Sebut Tahu Pembayar Demo, Pengamat: Itu Warning untuk Demonstran
Jumat / 26-06-2026, 11:14 WIB






