"Kami berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Tehran atas dukungannya. Pemilihan waktu dan rute telah melalui penilaian risiko sangat ketat.

Puluhan persyaratan harus dipenuhi, mulai dari asuransi, aspek teknis, keamanan, hingga kesiapan kru," ujar Vega.

in1

Kapal mulai bergerak dari Teluk Arab pada pukul 01.06 waktu Dubai dengan kecepatan sekitar 7,5 knot menuju Selat Hormuz.

Gamsunoro tiba di mulut selat sekitar pukul 13.00 waktu setempat dan berhasil melewati kawasan sensitif beberapa jam kemudian.

Selama pelayaran, kapal dipantau 24 jam melalui pusat krisis yang disiagakan perusahaan di darat.

Koordinasi antara awak kapal dan tim pemantau dilakukan secara real time untuk mengantisipasi gangguan keselamatan.

Keberhasilan Gamsunoro melintasi Selat Hormuz menjadi langkah penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi Indonesia di tengah situasi global yang belum stabil.

Sementara itu, satu armada lainnya, VLCC Pertamina Pride, masih dalam tahap persiapan untuk melakukan pelayaran serupa dengan mempertimbangkan perkembangan keamanan dan rekomendasi internasional.

"Terima kasih atas dukungan dan doa seluruh pihak.

>>> Iran Keluarkan Ultimatum di Selat Hormuz, Kapal yang Langgar Aturan Tanggung Risiko Sendiri

Kami juga memohon dukungan bagi kapal VLCC Pertamina Pride agar dapat segera melintasi Selat Hormuz dengan aman," tutup Vega.