>>> Klaim Pendinginan 9°C Sorot Terakota Cetak 3D untuk Atasi Panas Kota

Di luar dampak genetik isolasi jangka panjang, sisa kerangka mengungkapkan pola trauma fisik yang persisten.

in1

Beberapa tengkorak dari generasi awal pemukiman memiliki fraktur kranial yang dalam dan tidak sembuh serta tanda tusukan.

Ahli patologi menafsirkan lesi tulang spesifik ini sebagai cedera perimortem yang disebabkan oleh senjata tajam.

Penanda kerangka ini memberikan bukti fisik yang jelas tentang kekerasan antarpribadi atau antarkelompok yang parah di perbatasan awal abad pertengahan.

Pelacakan Patogen Mengubah Rute Sejarah Cacar

Pengawetan DNA kuno memungkinkan peneliti menyaring sisa kerangka untuk mencari mikroba bersejarah.

Analisis metagenomik mengidentifikasi bakteri zoonosis yang menginfeksi manusia melalui luka terbuka setelah kontak langsung dengan hewan domestik.

Temuan ini mendukung bukti bahwa penghuni gua sangat bergantung pada peternakan babi untuk penghidupan.

Lebih signifikan lagi, tim menemukan virus variola (penyebab cacar) pada individu yang dimakamkan selama abad ke-10.

Ini adalah kasus cacar yang diverifikasi secara genetik tertua yang pernah ditemukan di Eropa Selatan.

Strain genetiknya cocok dengan varian abad pertengahan yang sebelumnya ditemukan di Skandinavia, Jerman, dan Rusia.

Hubungan biologis ini secara langsung menantang teori sejarah yang sudah lama dipegang. Selama ini, sejarawan menganggap cacar masuk ke Semenanjung Iberia melalui jalur perdagangan Islam selatan.

>>> Bam Margera Tak Hadir di Premiere 'Jackass: Best and Last', Orang Tuanya Gantikan

Data baru ini membuktikan sebaliknya: patogen menyebar ke bawah melalui jaringan Eropa utara.