bloc° dirancang untuk tempat-tempat seperti halte trem, halaman sekolah, atau alun-alun yang minim naungan.

Setiap bata bloc° terbuat dari terakota cetak 3D dengan ruang internal untuk penyimpanan air dan aliran udara.

in1

Setiap bata dapat menyimpan hingga 27 ons cairan air, sementara saluran terpisah mengarahkan udara melalui sistem.

Panel surya kecil menyediakan sekitar 200 watt-jam per hari, cukup untuk menyalakan kipas dan pompa yang menjaga pergerakan udara dan membasahi keramik berpori.

Pada hari dengan suhu di atas 86°F, sistem menggunakan sekitar 15 galon air.

Desain ini juga mencakup pemanenan air hujan.

>>> Bintang 'The Wire' Bobby J. Brown Minum Alkohol Sebelum Tewas Terbakar

Atap corong seluas 70 kaki persegi dapat mengumpulkan rata-rata 6,3 galon air hujan per hari, sementara tangki 79 galon dan sensor dirancang untuk menjaga unit tetap beroperasi selama lima hari tanpa hujan.

Dengan aliran udara bertenaga surya dan terakota berpori, sistem bloc° mendinginkan ruang publik secara alami tanpa bergantung pada AC yang boros listrik.

Yang menarik, bloc° bukanlah AC standar yang dipindahkan ke trotoar.

Sistem pendingin konvensional membutuhkan listrik jaringan, refrigeran, saluran udara, dan perawatan yang tidak selalu cocok dengan realitas ruang publik.

bloc° mengambil rute berbeda dengan menggabungkan pendinginan pasif dan aliran udara bertenaga surya. Ini membuatnya lebih mirip furnitur kota daripada mesin yang tersembunyi di balik dinding.

Para desainer mempelajari objek familiar seperti tiang lampu, bangku, dan penanam agar sistem dapat menyatu dengan lanskap jalan, bukan terlihat seperti peralatan darurat.

Penting untuk dicatat bahwa bloc° masih dalam tahap prototipe. Halaman James Dyson Award menyebutkan langkah selanjutnya termasuk pengujian lapangan prototipe skala penuh di lingkungan perkotaan nyata.