Penerapan Business Judgment Rule di BPI Danantara: Lindungi Inovasi dari Jebakan Hukum
Urgensi Pemisahan Rezim Hukum Keuangan Negara
Eks Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines, Hotasi Nababan, menyoroti adanya benturan nyata antara dua rezim hukum yang berbeda.
Ketakutan terhadap aturan sering kali membuat para pengelola bimbang ketika hendak melahirkan berbagai inisiatif pengembangan usaha komersial.
“Kita hidup di dua rezim berbeda dan tidak bisa bercampur seperti halnya minyak dengan air dalam satu wadah.
Satu perak saja uang dari APBN masuk, otomatis menjadi domain keuangan negara yang berhak diaudit oleh pihak BPK,” ujarnya.
Oleh karenanya, Hotasi meminta BPI Danantara untuk memberikan payung hukum yang kokoh demi mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%.
Perlindungan itu sangat mendesak agar para profesional mempunyai keberanian tinggi dalam mengeksekusi berbagai rencana investasi strategis secara optimal.
“Selama konstruksi hukum masih seperti sekarang, maka setengah kaki pengelola perusahaan negara memang sudah berada di dalam penjara.
>>> Tersangka Peeping Tom Planet Fitness Bebas karena Celah Hukum California
Jadi, bedakan antara tindakan korupsi dan tidak perform (kinerja buruk) agar para direksi mau mengambil risiko demi menggerakkan ekonomi secara riil,” paparnya.
Kawal Akuntabilitas Lembaga Superholding Nasional
Pada kesempatan yang sama, Lalola Easter Kaban selaku Program Manager Indonesia Corruption Watch (ICW) mengingatkan bahwa pembentukan BPI Danantara sebagai lembaga superholding baru wajib mengedepankan prinsip akuntabilitas publik.
Transformasi tata kelola investasi modern berkelas dunia harus mampu mengeliminasi segala bentuk praktik buruk manajemen masa lalu.
“Kita sedang bicara tentang entitas baru, sebuah superholding yang mau meniru Temasek Holding milik negara tetangga, Singapura.
Kita harus berhati-hati dan mengawal ketat proses ini agar lembaga baru tersebut tidak berubah menjadi kasus seperti 1MDB milik Malaysia,” ucap Lalola.
Update Terbaru
Video: Ponsel dengan Nilai Terbaik untuk Uang Anda
Jumat / 26-06-2026, 01:30 WIB
Tiga Peserta Latsarmil KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Program Dihentikan
Jumat / 26-06-2026, 01:14 WIB
KPK Geledah BPK Sumsel, Dokumen Perubahan Opini WDP ke WTP Disita
Jumat / 26-06-2026, 01:14 WIB
Cara Cerdas Memilih Aplikasi Game Penghasil Saldo DANA Terpercaya di 2026
Jumat / 26-06-2026, 01:11 WIB
3 Kendala Utama Pencairan Dana Bansos PKH BPNT 2026 dan Cara Mengatasinya
Jumat / 26-06-2026, 01:11 WIB
Rumah BUMN SIG Catat Transaksi Rp6,9 Miliar, Dampingi 580 UMKM
Jumat / 26-06-2026, 00:55 WIB
Jokowi Tak Akan Ungkap Sosok 'Orang Kuat' di Balik Roy Suryo dan Dokter Tifa
Jumat / 26-06-2026, 00:51 WIB
Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Buka Suara soal Banjir Laporan ke Polisi
Jumat / 26-06-2026, 00:50 WIB
Menteri ESDM Bahlil Kesal PLN Terlambat Antisipasi Pasokan Batu Bara
Jumat / 26-06-2026, 00:50 WIB
John Byrne Kembali ke X-Men dengan Seri Novel Grafis Elsewhen
Jumat / 26-06-2026, 00:49 WIB
One Piece dan G2 Esports Rilis Koleksi Streetwear Gear 5 Edisi Terbatas
Jumat / 26-06-2026, 00:49 WIB
GMC Sierra 2027 Hadir dengan Mesin V8 Baru dan Layar Raksasa 60 Inci
Jumat / 26-06-2026, 00:49 WIB
Waktu Minum Obat Hipertensi: Pagi atau Malam? Ini Kata Dokter
Jumat / 26-06-2026, 00:49 WIB
Komunitas Abad ke-7 di Gua Spanyol Terisolasi 500 Tahun, Ditemukan Jejak Kekerasan dan Cacar
Jumat / 26-06-2026, 00:48 WIB






