Kuasa hukum Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Rivai Kusumanegara, mengungkap makna di balik ijazah S1 kliennya yang selama ini dipersoalkan sejumlah pihak.

Menurut Rivai, bagi Jokowi, ijazah bukan sekadar dokumen kebanggaan karena berhasil lulus, melainkan simbol keberhasilan orang tua yang berhasil mengantarkannya menyelesaikan pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM).

in1

>>> AS Kirim Tim Pencarian dan Pasokan Medis Pascagempa Dahsyat Venezuela

Rivai mengatakan Jokowi beberapa kali menceritakan soal perjuangan menempuh pendidikan dalam kondisi ekonomi keluarga yang terbatas.

"Buat beliau sendiri, ini mohon maaf, beliau sering cerita ke saya seperti juga kenapa dia mau bawa ijazah SD sampai S1.

'Mas Rivai, saya ini menyelesaikan kuliah di saat-saat itu 40 tahun yang lalu, di mana saya tuh dibesarkan di keluarga yang sangat terbatas.

Untuk sekolah saja boleh dibilang perlu perjuangan yang berat dari orang tua saya'," kata Rivai menirukan ucapan Jokowi dalam Head to Head CNN Indonesia TV, Rabu (24/6) malam.

Oleh karena itu, menurut dia, Jokowi memandang kelulusan dari UGM bukan hanya sebagai pencapaian pribadi, tapi keberhasilan orang tua.

"'Jadi kalau sampai saya bisa lulus dari UGM menyelesaikan ini, bukan hanya suatu kebanggaan bagi saya sebagai pelajar yang bismempertanggungjawabkan tanggung jawab sekolahnya, tapi juga keberhasilan orang tua saya menghantar pendidikan anaknya'," kata Rivai kembali menirukan Jokowi.

Ia menjelaskan pandangan itu menjadi salah satu alasan Jokowi ingin polemik ijazah mendapat kepastian hukum.

Rivai mengatakan Jokowi pernah menyampaikan keprihatinan karena harus menggunakan upaya hukum terkait polemik ijazahnya. Namun, memang hanya upaya itu yang bisa dilakukan.

>>> Harga Minyak Turun ke US$73 Setelah Selat Hormuz Mulai Normal