Amerika Serikat mengumumkan pengiriman tim pencarian dan penyelamatan serta pasokan medis ke Venezuela setelah gempa bumi dahsyat melanda negara itu pada Rabu (24/6).

Wakil Menteri Luar Negeri Venezuela, Christopher Landau, menyatakan bahwa pihaknya telah menghubungi otoritas setempat dan memobilisasi bantuan. Ia menyebut gempa tersebut "sangat dahsyat".

in1

>>> Harga Minyak Turun ke US$73 Setelah Selat Hormuz Mulai Normal

Pejabat Departemen Luar Negeri AS, Jeremy Lewin, mengatakan gugus tugas bencana telah dikerahkan untuk mengoordinasikan bantuan penting bagi warga Venezuela.

"Bekerja sama dengan mitra di pemerintahan sementara Venezuela, AS akan mengirimkan tim pencarian dan penyelamatan, pasokan medis dan kemanusiaan, serta sumber daya lainnya pada hari-hari pertama yang krusial," ujar Lewin.

Kedutaan Besar AS di Caracas melaporkan bahwa seluruh personelnya telah terdata dan dalam kondisi aman.

>>> Daftar 7 Tim yang Sudah Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Dua gempa besar mengguncang wilayah barat ibu kota Venezuela, menyebabkan bangunan runtuh dan korban jiwa.

Pemerintah Venezuela belum merilis data resmi, namun USGS memperkirakan korban tewas bisa melampaui 10.000 orang.

Hubungan AS-Venezuela memanas setelah penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh pasukan AS pada Januari lalu.

>>> Gempa M 7,5 Guncang Venezuela, Gedung Runtuh dan Bandara Ditutup

Pemerintahan Trump kini menjalin komunikasi dengan pemerintah sementara pimpinan Delcy Rodriguez, termasuk kesepakatan penjualan minyak dan keringanan sanksi.