Gelandang Timnas Inggris, Jude Bellingham, menjadi sorotan setelah tertangkap kamera menutupi mulutnya saat berbicara dengan penyerang Ghana, Jordan Ayew, dalam laga Grup Piala Dunia 2026 yang berakhir imbang tanpa gol, Selasa (24/6/2026).

Momen itu memunculkan pertanyaan karena FIFA sebelumnya menerapkan aturan baru yang memungkinkan pemain mendapat kartu merah jika menutupi mulut saat terlibat konfrontasi dengan lawan.

in1

>>> Barang Eks Hotel Sultan Dipindahkan ke Dua Gudang, Ditargetkan Rampung Sebulan

Aturan tersebut sempat memakan korban ketika penyerang Paraguay, Miguel Almirón, diusir keluar lapangan dalam kemenangan 1-0 atas Turki pekan lalu.

Akibatnya, Almirón harus menjalani skorsing satu pertandingan.

Sebaliknya, Bellingham tidak menerima sanksi apa pun dan tetap dapat memperkuat Inggris pada laga terakhir fase grup melawan Panama.

Perbedaan Konteks Percakapan

Menurut penjelasan FIFA, terdapat perbedaan mendasar antara kedua insiden tersebut. Interaksi Bellingham dengan Ayew dinilai tidak bersifat konfrontatif dan hanya berupa percakapan biasa di tengah pertandingan.

Sementara itu, Almirón melakukan tindakan serupa saat terlibat perselisihan dengan pemain Turki, Mert Müldür, setelah terjadi ketegangan di lapangan.

Situasi tersebut dianggap masuk dalam kategori pelanggaran yang diatur dalam regulasi baru FIFA.

Laporan ESPN menyebutkan bahwa percakapan antara Bellingham dan Ayew tidak mengandung unsur konfrontasi sehingga wasit Hector Said Martinez Sorto memutuskan tidak memberikan kartu merah kepada gelandang Real Madrid tersebut.

Penafsiran itu sejalan dengan penjelasan yang sebelumnya disampaikan Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menjelang dimulainya turnamen.

>>> Trump Ancam Hentikan Negosiasi Damai Jika Iran Pungut Biaya di Selat Hormuz

Collina menegaskan bahwa pemain tidak otomatis dihukum hanya karena menutupi mulut saat berbicara. Menurutnya, konteks percakapan menjadi faktor utama dalam penerapan aturan tersebut.