"Para pemain boleh menutup mulut mereka ketika berbicara dengan teman atau lawan dalam situasi normal. Percakapan sebelum, selama, maupun setelah pertandingan merupakan hal yang wajar," kata Collina.

Namun, ia menambahkan bahwa tindakan menutupi mulut dalam situasi konfrontatif dapat menimbulkan kecurigaan adanya ucapan yang tidak pantas atau diskriminatif, sehingga dapat berujung pada kartu merah.

in1

Aturan baru tersebut dikenal dengan sebutan Prestianni Rule atau Aturan Prestianni, merujuk pada kasus yang melibatkan pemain sayap Benfica, Gianluca Prestianni.

Dalam insiden sebelumnya, Prestianni menutupi mulutnya saat berbicara kepada pemain Brasil, Vinicius Junior, dan kemudian dijatuhi sanksi larangan bermain enam pertandingan setelah UEFA menyimpulkan adanya pelanggaran disiplin.

Kasus itu mendorong FIFA memperketat pengawasan terhadap tindakan menutupi mulut dalam situasi yang berpotensi mengandung ujaran diskriminatif atau penghinaan terhadap lawan.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa regulasi tersebut merupakan bagian dari upaya badan sepak bola dunia untuk menciptakan lingkungan pertandingan yang lebih aman dan bebas dari perilaku diskriminatif.

>>> Sertifikasi AI Jadi Nilai Tambah, 96 Persen Perusahaan Siap Bayar Karyawan Lebih Mahal

Karena percakapan Bellingham dengan Ayew dinilai tidak memenuhi unsur pelanggaran dalam aturan tersebut, pemain berusia 22 tahun itu tidak dikenai sanksi dan tetap tersedia untuk laga berikutnya bersama timnas Inggris.