PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memberikan klarifikasi resmi terkait video viral yang mengeklaim adanya aksi pencopetan di armada Koridor 5.

Manajemen memastikan insiden tersebut bukanlah pencurian, melainkan gangguan ketertiban oleh seorang penumpang.

in1

>>> Glosarium Istilah Gaming: Dari Pwned hingga Kiting yang Perlu Anda Ketahui

Peristiwa terjadi pada Senin, 22 Juni 2026 pukul 10.03 WIB di dalam bus bernomor lambung SAF 001 yang melayani rute Ancol–Kampung Melayu.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat keributan tersebut.

Ayu menegaskan bahwa penumpang yang membuat keributan bukanlah pelaku pencopetan seperti yang beredar di media sosial.

>>> Gaji Guru Diminta Minimal Rp5 Juta per Bulan, Respons atas Pidato Prabowo

"Menanggapi informasi yang beredar, kami mengklarifikasi bahwa pelanggan yang dilaporkan membuat keributan di armada SAF 001 tersebut bukan merupakan pelaku pencopetan," ujarnya.

Penumpang tersebut melakukan tindakan verbal berupa kemarahan yang mengganggu kenyamanan penumpang lain. Petugas pramusapa yang berada di lokasi segera bertindak dengan menurunkan pelanggan dari armada untuk menjaga kondusivitas.

Setelah diturunkan, petugas memberikan teguran dan imbauan secara persuasif agar penumpang tersebut selalu menjaga ketertiban jika ingin kembali menggunakan layanan Transjakarta.

>>> Heboh Ketua BEM UBK Terima Rp20 Juta untuk Alihkan Demo, DPR Desak Ungkap Oknum Polisi

"Kami berkomitmen penuh untuk selalu menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan seluruh pelanggan selama berada di dalam ekosistem transportasi publik," kata Ayu.