PT Pertamina (Persero) mencatatkan kinerja keuangan dan operasional yang solid sepanjang tahun buku 2025. Capaian ini diraih di tengah dinamika industri energi global dan tantangan ekonomi.

Melalui strategi korporasi yang efektif, perseroan konsisten menjaga ketahanan energi nasional. Pertamina juga memperkuat langkah transisi energi serta mempertahankan fundamental keuangan yang sehat.

in1

>>> Niat Puasa Asyura 10 Muharram dan Doa Berbukanya

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengatakan capaian tahun buku 2025 mencerminkan peran perusahaan dalam menjaga pasokan energi sekaligus mendorong transformasi sektor energi nasional.

"Bagi Pertamina, capaian tersebut bukan sekadar mencerminkan kinerja korporasi.

Di baliknya terdapat tanggung jawab yang semakin besar untuk memastikan energi tetap tersedia dan andal bagi masyarakat, industri, serta berbagai sektor strategis yang menjadi penggerak perekonomian nasional," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6).

Kinerja Keuangan dan Kontribusi Negara

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta pada Selasa (23/6), Pertamina mencatat pendapatan sebesar US$70,89 miliar atau Rp1.167,99 triliun.

Perseroan juga menghasilkan EBITDA sebesar US$11,43 miliar atau setara dengan Rp188,33 triliun.

Laba bersih yang berhasil dibukukan mencapai US$3,35 miliar atau sekitar Rp55,20 triliun. Hasil ini menunjukkan efektivitas strategi perusahaan dalam mengoptimalkan seluruh potensi bisnisnya.

Selain mencetak laba, Pertamina turut memberikan kontribusi nyata kepada negara sebesar Rp360,76 triliun. Setoran tersebut disalurkan melalui instrumen pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan pembagian dividen.

Realisasi investasi Pertamina di dalam negeri tercatat mencapai US$5,9 miliar atau setara Rp97,20 triliun. Investasi masif ini difokuskan untuk memperkuat infrastruktur energi nasional yang berkelanjutan.

Perseroan juga mencatat penyerapan belanja Produk Dalam Negeri (PDN) yang sangat besar, yakni mencapai Rp531,5 triliun.