Transportasi Publik: Lebih dari Sekadar Angkutan, Ini Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Setiap pagi, jutaan orang bergerak menuju Jakarta dari berbagai penjuru seperti Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang, hingga sudut-sudut ibu kota.
Mereka berangkat dengan tujuan yang sama: bekerja, berbisnis, belajar, atau menjalankan aktivitas ekonomi yang membuat roda kota terus berputar.
Namun sebelum produktivitas tercipta, ada satu tantangan yang harus dihadapi setiap hari: kemacetan.
Bagi masyarakat perkotaan, kemacetan sering dianggap sebagai bagian normal dari kehidupan, padahal di baliknya terdapat biaya ekonomi yang sangat besar.
Ekonom dan praktisi kebijakan publik Wijayanto Samirin memperkirakan kerugian akibat kemacetan di kawasan Jabodetabek telah mencapai lebih dari Rp100 triliun per tahun.
Kerugian itu tidak hanya berasal dari bahan bakar yang terbuang, tetapi juga dari waktu produktif yang hilang, meningkatnya biaya operasional kendaraan, hingga penurunan produktivitas masyarakat.
"Kalau kita berbicara Jabodetabek dan mencoba mengkuantifikasi seluruh kerugian akibat kemacetan, nilainya memang mendekati Rp100 triliun per tahun," ujar Wijayanto.
Angka tersebut menggambarkan betapa mahalnya harga yang harus dibayar sebuah kota ketika mobilitas tidak berjalan efisien.
Waktu yang seharusnya digunakan untuk bekerja, belajar, atau berkumpul bersama keluarga berubah menjadi jam-jam yang habis di jalan.
Waktu sebagai Komoditas Paling Mahal
Di kota-kota modern, waktu adalah aset ekonomi. Semakin cepat seseorang berpindah, semakin tinggi peluang produktivitas yang dihasilkan.
Wijayanto menyebut masyarakat Jabodetabek rata-rata menghabiskan dua hingga empat jam setiap hari untuk perjalanan pergi dan pulang bekerja.
Bayangkan jika sebagian waktu tersebut dapat dipangkas melalui sistem transportasi publik yang lebih efisien.
Update Terbaru
Cara Mendapatkan Saldo DANA Gratis Hari Ini, Ikuti Langkah Ini
Rabu / 24-06-2026, 19:29 WIB
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
Rabu / 24-06-2026, 19:25 WIB
Transjakarta Bantah Penumpang Ngamuk di Koridor 5 Adalah Copet
Rabu / 24-06-2026, 19:25 WIB
Glosarium Istilah Gaming: Dari Pwned hingga Kiting yang Perlu Anda Ketahui
Rabu / 24-06-2026, 19:21 WIB
Gaji Guru Diminta Minimal Rp5 Juta per Bulan, Respons atas Pidato Prabowo
Rabu / 24-06-2026, 19:21 WIB
Heboh Ketua BEM UBK Terima Rp20 Juta untuk Alihkan Demo, DPR Desak Ungkap Oknum Polisi
Rabu / 24-06-2026, 19:21 WIB
Keseimbangan Geostrategis Indonesia Akan Menginspirasi Global South
Rabu / 24-06-2026, 19:20 WIB
Eks Hotel Sultan Diambil Alih, DPR Minta Pemerintah Buktikan Manfaat Nyata bagi Rakyat
Rabu / 24-06-2026, 19:20 WIB
Harga BMRI Jatuh ke Rp3.970, Dirut Bank Mandiri Borong 50 Ribu Saham
Rabu / 24-06-2026, 19:20 WIB
5 Trik Rahasia Aplikasi 2026 untuk Saldo Dana Gratis, Efektif dan Mudah
Rabu / 24-06-2026, 19:00 WIB
Bagnaia Berpisah dengan Ducati usai MotoGP 2026
Rabu / 24-06-2026, 19:00 WIB
Samsung Ungkap Alasan TV Berusia 7 Tahun Perlu Diganti
Rabu / 24-06-2026, 18:59 WIB
Wallpaper Galaxy Z Fold 8 Bocor dalam Resolusi Tinggi
Rabu / 24-06-2026, 18:59 WIB
Api Dikuasai Manusia Jauh Lebih Awal dari Perkiraan, Studi Baru Ungkap
Rabu / 24-06-2026, 18:59 WIB






