Pihak Sarwendah menyatakan siap beradu bukti dalam menanggapi tudingan Ruben Onsu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait pengasuhan kedua anak mereka.

Ruben sebelumnya mengadu ke KPAI pada Senin (22/6) mengenai pembatasan akses pertemuan dengan anak, anak-anak yang live hingga malam, dan dugaan tekanan psikis di lingkungan rumah asal.

in1

>>> Sensus Ekonomi 2026: Data yang Menentukan Ribuan Keputusan

Pengacara Sarwendah, Chris Sam Siwu, mengatakan bahwa semua bukti akan disiapkan untuk memberikan penjelasan sejelas-jelasnya atas laporan tersebut.

Chris membantah keras tuduhan mempersulit Ruben bertemu anak. Menurutnya, yang terjadi hanyalah komunikasi yang belum pas antara ibu dan bapak.

Ia menyatakan kliennya menyambut baik penyelesaian sengketa pengasuhan anak melalui lembaga resmi demi solusi hukum yang adil bagi semua pihak.

>>> Modal Rp5.000 Sudah Bisa Pesan DFSK E5 Plus PHEV

Chris berharap data dan bukti yang diserahkan ke KPAI dapat menjadi pertimbangan objektif dalam mengambil keputusan atau rekomendasi soal pengasuhan anak.

Sebelum Ruben datang ke KPAI, pihak Sarwendah sudah mengajukan surat untuk meminta audiensi ke lembaga yang sama.

Selain ke KPAI, Sarwendah juga mendatangi Komnas Perempuan pada Selasa (23/6) untuk menceritakan perjalanan rumah tangganya dengan Ruben dari awal hingga berakhir pada 2024.

>>> Prabowo Sindir Pengkritik MBG: Perut Lapar Tak Segera Diisi Bisa Mati

Chris mengatakan mereka tidak mencari siapa yang salah, melainkan menggunakan hak klien sebagai perempuan untuk curhat di Komnas Perempuan.