Sarwendah mendatangi kantor Komnas Perempuan di Jakarta Pusat pada Selasa (23/6). Ia ditemani oleh pengacaranya, Chris Sam Siwu.

Kedatangan ini dilakukan di tengah perselisihan pengasuhan anak dengan Ruben Onsu. Chris mengatakan Sarwendah akan menceritakan seluruh fakta terkait perjalanan rumah tangganya dari awal hingga berakhir pada 2024.

in1

>>> Lee Joon-gi Dikabarkan Jadi Villain di Film Netflix Dochabi

Menurut Chris, Sarwendah sebagai seorang ibu dan perempuan merasa perlu mendapatkan perlindungan serta solusi hukum yang tepat melalui lembaga negara.

"Kami di sini berdiskusi, kami di sini mencari solusi. Kami tidak bermaksud apa pun ya, apalagi hal-hal yang negatif, tidak ada.

Kami di sini hanya berdiskusi dan mencari solusi," kata Chris.

"Apa yang sudah kami sampaikan itu adalah bentuk kejadian sebenarnya, kronologis sebenarnya apa yang terjadi dari awal Sarwendah menikah sampai akhir," jelasnya.

Chris menambahkan bahwa mereka tidak mencari siapa yang salah atau benar.

"Kami hanya menggunakan hak kami ya bahwa di sini ada Komnas Perempuan ya kami gunakan hak klien kami sebagai perempuan," katanya.

>>> Adele Kembali ke Studio Rekaman, Garap Musik Baru

"Mungkin ini adalah curhatan seorang perempuan ya, dari awal pernikahan sampai akhir ya silakan nanti tanyakan saja ke Komnas Perempuan," ujar Chris seperti diberitakan detikHot.

Kedatangan Sarwendah ini bersamaan dengan Ruben Onsu yang berangkat menjalani ibadah umrah pada Senin (22/6) tengah malam.

Sebelum berangkat, Sarwendah mengantarkan kedua anaknya untuk bertemu Ruben di Bandara Soekarno-Hatta.

Pertemuan itu menjadi yang pertama bagi Ruben dengan kedua anaknya setelah beberapa bulan terakhir berkonflik dengan Sarwendah.

Kedatangan Sarwendah juga terjadi sehari setelah Ruben Onsu mengeluhkan konflik pengasuhan anak ke KPAI pada Senin (22/6) siang.

Ruben mengadukan pengasuhan kedua putrinya karena resah anak-anaknya ikut siaran langsung berjualan hingga malam.

>>> Ruben Onsu Bertemu Anak-anak Sesaat Jelang Berangkat Umrah

Selain itu, Ruben juga mengadukan soal pembatasan akses pertemuan dengan anak yang sudah ia keluhkan selama beberapa waktu terakhir, hingga dugaan tekanan psikis yang dialami anak di lingkungan rumah asalnya.