Taruna Ikrar Siapkan Jamu dan Wisata Medis Mesin Baru Pariwisata RI
BPOM Siapkan Program Pendukung
Melihat peluang tersebut BPOM menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari penguatan ekosistem wisata kesehatan Indonesia.
Peran itu diwujudkan melalui pengawasan obat dan makanan yang efektif, pembinaan pelaku usaha, percepatan layanan perizinan, serta pendampingan UMKM agar mampu memenuhi standar keamanan dan mutu yang berlaku.
Sejumlah program yang telah berjalan menjadi bukti nyata dukungan BPOM terhadap sektor pariwisata.
Di antaranya pendampingan Desa Wisata Jamu Kiringan di Bantul, Desa Wisata Wonolopo di Semarang, hingga pengembangan kawasan wisata herbal di Sumba Timur yang memadukan pelestarian tanaman obat dengan aktivitas wisata berbasis masyarakat.
>>> Mesir Sempat Ditolak Terbang Langsung ke Seattle, FIFA Beri Kompensasi
BPOM juga mengintegrasikan Program Desa Pangan Aman dengan sejumlah desa wisata untuk memastikan produk kuliner yang disajikan kepada wisatawan memenuhi standar keamanan pangan.
Pendekatan tersebut tidak hanya melindungi konsumen, tetapi juga meningkatkan nilai tambah dan daya saing destinasi wisata lokal.
Di sektor wellness tourism, BPOM secara konsisten mendorong promosi produk jamu, obat bahan alam, kosmetik, dan layanan kebugaran melalui berbagai program kolaboratif.
Salah satunya melalui penyelenggaraan Wellness Festival (Wellfest) yang menjadi wadah promosi sekaligus penguatan jejaring pelaku industri wellness nasional.
Dalam audiensi tersebut, Taruna Ikrar juga mengajak Kementerian Pariwisata untuk memperluas kolaborasi pada penyelenggaraan Wellfest 2026 serta memperkuat program UMKM Meet Market guna membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk jamu dan kosmetik lokal di sektor perhotelan dan restoran.
Selain wellness tourism, BPOM turut mengambil peran dalam pengembangan medical tourism melalui dukungan regulasi dan layanan perizinan.
Salah satu implementasi konkret dilakukan melalui mekanisme Special Access Scheme (SAS) untuk mendukung kebutuhan layanan kesehatan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), termasuk Bali International Hospital di KEK Sanur.
Update Terbaru
Taylor Swift Kejutan di Konser Tight Ends & Friends, Tampil Bersama Travis Kelce
Rabu / 24-06-2026, 14:36 WIB
Tebak Siapa Pembawa Acara BET Awards 2026? Bocah Ini Dulu!
Rabu / 24-06-2026, 14:36 WIB
Diskon Audio Terbaik Prime Day, Headphone hingga Speaker Portabel
Rabu / 24-06-2026, 14:35 WIB
DPR Desak Taufik Hidayat Dijerat Pasal Berlapis hingga Hukuman Kebiri
Rabu / 24-06-2026, 14:35 WIB
6 Dampak Bentakan pada Psikologis Anak yang Perlu Orang Tua Ketahui
Rabu / 24-06-2026, 14:35 WIB
Iran dan Oman Berembuk Bahas Tarif Kapal di Selat Hormuz
Rabu / 24-06-2026, 14:35 WIB
Semua Motor Bensin Honda di Indonesia Kompatibel dengan Bioetanol E10
Rabu / 24-06-2026, 14:35 WIB
Siapa Chika Yenalovy? Sosok yang Diduga Calon Istri Rizky Irmansyah Kini Serahkan Undangan Pernikahan ke Joko Widodo
Rabu / 24-06-2026, 14:35 WIB
Istri Jesse James, Bonnie Rotten, Resmi Didakwa atas KDRT
Rabu / 24-06-2026, 14:34 WIB
Prabowo Ungkap Alasan Gaji Guru dan PNS Sulit Naik: Anggaran Selalu Kurang
Rabu / 24-06-2026, 14:34 WIB
Deret Peraturan Baru di Kejuaraan Pencak Silat Piala Presiden 2026
Rabu / 24-06-2026, 14:34 WIB
Ruben Onsu Soroti Peran Jordi Onsu dalam Konflik Keluarga Pascaperceraian
Rabu / 24-06-2026, 14:31 WIB
Mayat Perempuan Ditemukan di Mobil di Parkir Bandara Juanda
Rabu / 24-06-2026, 14:30 WIB
Peplum dan Kelembutan Warnai Koleksi Louis Vuitton Pre-Fall 2026
Rabu / 24-06-2026, 14:30 WIB






