Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala Presiden 2026 telah menyelesaikan Technical Meeting (TM) di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Rabu (24/6) pukul 10.00 WIB.

Agenda yang dihadiri lebih dari 100 perwakilan pelatih dan ofisial dari berbagai daerah itu melahirkan sejumlah regulasi baru berdasarkan aturan PB IPSI terbaru.

in1

>>> Ruben Onsu Soroti Peran Jordi Onsu dalam Konflik Keluarga Pascaperceraian

Larangan Counter Attack

Technical Delegate Kejuaraan, Edi Rusmawan, menjelaskan salah satu perubahan paling signifikan terjadi pada kategori tanding (fighter).

Peraturan versi 2026 melarang keras adanya counter attack atau serangan balasan setelah teknik jatuhan berhasil dilakukan.

"Peraturan sebelumnya itu ada, dibolehkan selama dua detik untuk melakukan serangan balasan. Bedanya sekarang peraturan itu tidak boleh ada counter attack.

Dia setelah menjatuhkan itu, dia kembali ke sikap pasang," ujar Edi.

Sistem poin pukulan (1), tendangan (2), dan jatuhan (3) tidak berubah.

Perubahan di Kategori Seni dan Kartu Protes

Perubahan regulasi juga menyasar kategori seni (jurus) prestasi yang kini mewajibkan penampilan penuh selama tiga menit tanpa pemenggalan materi.

Selain itu, sistem penggunaan kartu protes bagi pelatih turut diperbarui demi transparansi pertandingan yang lebih baik.

"Kartu protes diberikan dua kartu. Apabila protes pelatih selama bertanding diterima, maka kartunya akan dikembalikan.

Yang sebelumnya itu tidak dikembalikan walaupun protesnya diterima oleh ketua pertandingan," kata Edi.

>>> Mayat Perempuan Ditemukan di Mobil di Parkir Bandara Juanda

Nilai Sejarah dan Harapan

Edi menekankan bahwa Piala Presiden 2026 ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi karena merupakan edisi perdana di Indonesia.

Latar belakang Presiden RI Prabowo Subianto yang merupakan seorang pendekar pesilat dinilai menjadi suntikan motivasi besar dalam membawa olahraga asli Indonesia ini menuju pentas dunia (Road to Olympic).