Louis Vuitton memperkenalkan koleksi Pre-Fall 2026 di Jakarta dengan nuansa yang lebih lembut. Palet warna muted mendominasi busana-busana yang dipamerkan.

Salah satu look pembuka berupa atasan blus blazer berwarna beige dengan siluet peplum yang tajam. Peplum pada bagian pinggang memberikan aksentuasi proporsional pada torso.

in1

>>> Zendaya Pamer Perut Rata di Tur Spider-Man 4, Pakai Rompi Crop Top

Bawahan rok A-line menciptakan efek bertumpuk yang sempurna dengan peplum. Detail bow pada kerah dan ruffle di rok menambah kesan feminin.

Nicolas Ghesquière, perancang Louis Vuitton, mengadopsi pendekatan berbeda untuk koleksi ini. Estetika edgy dan arsitektural kini lebih lembut melalui pilihan warna dan siluet, termasuk peplum.

Peplum juga muncul pada atasan athleisure seperti sweatshirt abu-abu yang dipadukan dengan rok pendek. Tas Pochette Hills mendapat sentuhan monogram jacquard bertekstur.

>>> Taufik Hidayat Ditangkap, Sorotan Mengarah pada Potensi Strategi Hukum dalam Kasus Penyekapan di Bandung

Tren peplum sempat populer di era 2010-an dan kini kembali dengan gaya lebih eksploratif. Ghesquière telah memberi kode lewat gaun berpeplum Emma Stone di Oscars 2024.

Kembalinya peplum tak lepas dari perubahan fokus fashion pada siluet. Desain peplum kini tampil lebih clean dengan struktur tegas, sering dipadukan dengan corset atau tailoring blazer.

>>> Bobby Nasution Akan Tertibkan Pungli di Wisata Sumut Secara Menyeluruh

Peplum juga dianggap sebagai statement piece yang praktis. Cukup satu item, tampilan sudah standout tanpa perlu layering berlebihan.