Struktur Kepemilikan dan Risiko

Prospektus menunjukkan Raffi Ahmad masih akan menjadi pemegang saham pengendali setelah IPO.

>>> Kala Prada Menyaring Kekacauan Menjadi 'Clarity'

in1

Sebelum penawaran umum, ia menggenggam 78,68 persen saham, dan setelah IPO kepemilikannya terdilusi menjadi sekitar 62,93 persen.

Selain Raffi dan Nagita Slavina, daftar pemegang saham juga mencakup Kaesang Pangarep, Dony Oskaria, Sutanto Hartono, dan PT Indonesia Entertainmen Grup.

Raffi Ahmad berkomitmen tidak mengalihkan pengendaliannya atas perusahaan dalam jangka waktu tiga tahun setelah pencatatan saham perdana, kecuali untuk memenuhi ketentuan hukum atau putusan lembaga berwenang.

Salah satu risiko utama yang diungkap dalam prospektus adalah ketergantungan terhadap figur Raffi Ahmad, Nagita Slavina, dan keluarga mereka sebagai talent utama.

Penurunan keterlibatan atau isu reputasi yang berkaitan dengan keluarga tersebut berpotensi berdampak negatif terhadap kinerja dan kondisi keuangan perusahaan.

Kinerja Keuangan

Dari sisi kinerja, RANS membukukan pendapatan Rp353,37 miliar pada 2025, turun 13,91 persen dibandingkan Rp410,49 miliar pada tahun sebelumnya.

Laba tahun berjalan juga turun 41,6 persen menjadi Rp56,69 miliar dari sebelumnya Rp97,07 miliar.

Manajemen menjelaskan penurunan pendapatan terutama berasal dari melemahnya segmen duta merek dan talent management serta penjualan produk berbasis intellectual property (IP).

>>> KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali Terkait Kasus Silmy Karim

Meski demikian, perusahaan menyatakan akan melakukan diversifikasi sumber pendapatan, memperluas jaringan distribusi, meningkatkan monetisasi konten, serta memperkuat kolaborasi strategis untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.