Presiden mengaku cukup terkejut saat mengetahui jumlah perusahaan negara yang tercatat saat ini mencapai lebih dari 1.100 entitas.

Menurutnya, jumlah tersebut terlalu besar dan tidak seluruhnya memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional.

in1

Oleh karena itu, pemerintah berupaya melakukan penataan menyeluruh agar perusahaan milik negara benar-benar dikelola secara profesional dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Prabowo menegaskan aset negara tidak boleh terus menjadi sumber kerugian akibat tata kelola yang buruk.

Sejalan dengan langkah tersebut, Badan Pengelola BUMN menargetkan konsolidasi besar-besaran terhadap perusahaan negara dan anak usahanya.

Dari sekitar 1.100 entitas yang ada saat ini, jumlahnya ditargetkan menyusut menjadi sekitar 257 perusahaan.

>>> Nadiem Makarim Ungkap Banyak Pihak Larang Dirinya Jadi Menteri Jokowi

Konsolidasi itu akan mencakup berbagai sektor strategis seperti logistik, manajemen aset, sekuritas, industri semen, perhotelan, hingga asuransi.