Bank Indonesia (BI) melaporkan uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp10.415,9 triliun pada Mei 2026.

Angka ini tumbuh 10,8 persen secara tahunan (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan April 2026 yang sebesar 9,2 persen (yoy).

in1

>>> Klasemen Grup J Piala Dunia: Aljazair Ancam Austria

Pertumbuhan M2 didorong oleh kenaikan uang beredar sempit (M1) sebesar 15,3 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 6 persen (yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan bahwa peningkatan M2 terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih.

BI mencatat aktiva bersih atau tagihan bersih kepada pemerintah pusat tumbuh 7,5 persen (yoy), meningkat dari bulan sebelumnya yang sebesar 7 persen (yoy).

>>> Kunal Shah Resmi Jadi CEO Baru WhatsApp, Gantikan Will Cathcart

Penyaluran kredit pada Mei 2026 juga tumbuh 10,8 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan April 2026 yang sebesar 9,4 persen (yoy).

Sementara itu, uang primer (M0) adjusted tumbuh 14,2 persen (yoy) pada Mei 2026, melanjutkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 14,3 persen (yoy) di angka Rp2.214,6 triliun.

M0 adjusted menggambarkan perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di BI akibat pemberian insentif likuiditas.

>>> Purbaya Buka Suara soal Kekebalan Pajak dan Pidana Investor Patriot Bond

Denny menambahkan bahwa pertumbuhan M0 adjusted dipengaruhi oleh kenaikan giro bank umum di BI adjusted sebesar 17,4 persen (yoy) dan uang kartal yang diedarkan sebesar 15,8 persen (yoy).