Mayapada Eye Centre (MEC) mengajak masyarakat untuk mulai berinvestasi pada kesehatan mata sebagai bagian dari gaya hidup sehat di era longevity.

Ajakan ini disampaikan dalam acara Exclusive Sharing Session dan Media Gathering bertajuk "Longevity Era: Investing in Vision for a Better Quality of Life" di The Orient Hotel Jakarta.

in1

>>> AS Perketat Larangan Drone Selama Piala Dunia 2026

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat Indonesia terus meningkat.

Hal ini mendorong kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan jangka panjang, termasuk kesehatan mata yang kerap terabaikan.

President Director & CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia, mengatakan bahwa langkah proaktif MEC merupakan bagian dari upaya Mayapada Healthcare menjawab kebutuhan layanan kesehatan di era longevity.

"Ketika masyarakat tidak hanya berfokus pada usia harapan hidup (lifespan), tetapi juga pada kualitas hidup (healthspan) yang sehat, aktif, dan produktif sepanjang usia.

Dalam hal ini, kesehatan mata juga menjadi aspek penting yang perlu dijaga," ujarnya.

Tantangan Kesehatan Mata di Era Digital

Dokter Spesialis Mata Mayapada Eye Centre, dr. Zoraya Ariefia Feranthy, Sp. M, menyoroti meningkatnya kasus miopia dan astigmatisme pada usia produktif.

Tingginya penggunaan perangkat digital sejak usia dini menjadi faktor utama penyebab gangguan refraksi.

Aktivitas yang didominasi penggunaan gawai dan membaca dalam waktu lama membuat mata terus bekerja pada jarak dekat.

Akibatnya, mata lebih rentan mengalami kelelahan dan gangguan refraksi, yang umumnya membuat seseorang bergantung pada kacamata atau lensa kontak.

Menurut dr. Zoraya, kacamata sering kali memengaruhi kenyamanan, produktivitas, hingga kualitas hidup sehari-hari.

"Karena itu, menjaga kesehatan mata menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mempertahankan produktivitas dan kualitas hidup di era longevity," jelasnya.