PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat gerbang maritim Kepulauan Riau melalui pengembangan Pelabuhan Tanjung Uban di Kabupaten Bintan.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyatakan komitmen perusahaan dalam meningkatkan konektivitas antarpulau dan kapasitas layanan penyeberangan.

in1

>>> Oceanman Bali 2026 Sukses, Diikuti 27 Negara

Proyek ini mencakup pembangunan Dermaga 2 sepanjang 119,48 meter yang mampu melayani kapal hingga 1.000 GT.

Dermaga tersebut akan dilengkapi movable bridge berkapasitas 80 ton untuk memperlancar bongkar muat kendaraan dan penumpang.

Secara bersamaan, kapasitas Dermaga 1 ditingkatkan sehingga mampu melayani kapal hingga 2.000 GT dengan panjang sandar 200,90 meter.

Heru menegaskan bahwa setiap dermaga yang dibangun bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan penghubung peluang ekonomi dan pengembangan pariwisata.

Inisiatif ini merupakan bagian dari visi ASDP 'We Bridge the Nation' untuk menghubungkan wilayah dan membuka akses pertumbuhan inklusif.

General Manager ASDP Cabang Batam Reno Yulianto menambahkan bahwa ASDP juga merehabilitasi Dermaga I Pelabuhan Telaga Punggur.

>>> Van Dijk Pasang Badan untuk De Jong Usai Belanda Hajar Swedia 5-1

Rehabilitasi tersebut bertujuan meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi layanan penyeberangan di Kepri.

Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai dan beroperasi optimal pada akhir tahun 2026.

Saat ini Pelabuhan Tanjung Uban melayani tiga lintasan penyeberangan, dengan rute Tanjung Uban–Telaga Punggur sebagai salah satu yang tersibuk.

Pada lintasan tersebut, ASDP mengoperasikan KMP Tanjung Burang dan KMP Baru.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Pelabuhan Tanjung Uban telah melayani 301.221 penumpang dan 131.684 kendaraan.

>>> Timnas Belanda Hajar Swedia 5-1 di Piala Dunia 2026

Tingginya trafik menjadi dasar pengembangan kapasitas pelabuhan agar layanan semakin lancar, aman, dan efisien.