Timnas Argentina akan kembali ke Dallas, Amerika Serikat, untuk menjalani laga krusial Piala Dunia 2026. Kota itu menyimpan kenangan pahit bagi sepak bola Argentina.

Pada Piala Dunia 1994, Diego Maradona dinyatakan positif doping setelah laga melawan Nigeria. Pengumuman itu diterima sang kapten saat tiba di Dallas, dua hari sebelum pertandingan melawan Bulgaria.

in1

>>> Berhenti Merokok Turunkan Risiko Demensia, Semakin Lama Semakin Baik

Tanpa Maradona, Argentina kalah 0-2 dari Bulgaria di Stadion Cotton Bowl. Kekalahan itu mengakhiri perjalanan Maradona bersama tim nasional.

Maradona melontarkan pernyataan ikonik saat itu. "Mereka memotong kaki saya," ucapnya dengan suara bergetar, seperti dilansir TycSport.

Ia menegaskan tidak memahami keputusan tersebut dan merasa diperlakukan tidak adil. "Saya sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin, tapi mereka menghancurkan segalanya," katanya.

>>> Bek Tunisia Bongkar Borok Federasi Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Laga Penentu di Piala Dunia 2026

Kini, lebih dari tiga dekade kemudian, Argentina kembali ke Dallas. Mereka akan menghadapi Austria dan Yordania di fase grup.

Laga ini menjadi momen penting bagi Albiceleste untuk memastikan tiket ke babak berikutnya. Meski konteksnya berbeda, bayang-bayang tragedi 1994 tetap melekat.

>>> Tunisia Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Usai Telan Kekalahan Telak

Dallas bukan sekadar kota di AS, tetapi juga simbol luka mendalam dalam sejarah Timnas Argentina.