Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi penjualan dari pelanggan strategis, khususnya di sektor industri yang menjadi pasar utama perseroan.

Selain penjualan alat berat, INTA juga akan memperbesar kontribusi bisnis rental alat berat melalui anak usahanya.

in1

>>> PLN Perbaiki Dua Pembangkit Swasta Rusak Penyebab Pemadaman Massal di Jawa

Segmen ini dipandang memiliki peluang untuk menjadi penopang pendapatan yang lebih konsisten dibandingkan bisnis penjualan yang lebih bergantung pada siklus industri.

Dari sisi investasi, perseroan menerapkan kebijakan belanja modal (capital expenditure/CAPEX) yang selektif.

INTA hanya akan mengalokasikan investasi untuk aset yang mendukung bisnis inti dan memberikan nilai tambah terhadap kinerja perusahaan.

"Kami berharap langkah-langkah yang sudah dipersiapkan dapat memperkuat daya saing perseroan, meningkatkan profitabilitas, serta menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan," kata Petrus.

Sebagai perusahaan yang telah beroperasi lebih dari lima dekade, INTA terus mengembangkan portofolio bisnis mulai dari distribusi alat berat, layanan purna jual, manufaktur, konstruksi, hingga pembangkit listrik.

Melalui anak usahanya seperti PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS) dan PT Intraco Penta Wahana (IPW), perseroan menjalankan bisnis distribusi alat berat serta layanan purna jual dengan menggandeng sejumlah prinsipal internasional.

Produk yang dipasarkan mencakup berbagai merek alat berat global, termasuk LiuGong, Sino Howo, Doosan, Techking, dan Blumaq.

Pada 2025, INTA juga memperkuat kerja sama strategis dengan Sinotruk Indonesia dan Techking Tires, sekaligus meraih tiga penghargaan dalam LiuGong Global Dealer Conference 2025 untuk kategori Excellence in Mining Truck Business, Excellence in Spare Parts Business, dan Excellence in Branding.

Ke depan, INTA akan memprioritaskan pengembangan pasar di sektor pertambangan, terutama batubara dan nikel, serta memperluas penetrasi ke sektor agribisnis, minyak dan gas, infrastruktur, konstruksi, dan industri umum.

>>> Persaingan Opang dan Gojek: Mencari Solusi Bersama

Fokus tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan menjaga pertumbuhan bisnis yang lebih berkelanjutan dengan mengandalkan sektor-sektor yang masih memiliki kebutuhan tinggi terhadap alat berat dan solusi pendukung industri.