PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi sorotan di bursa saham Indonesia. Aksi beli bersih investor asing mencapai Rp844,2 miliar pada 15-19 Juni 2026.

KB Valbury Sekuritas memberikan rekomendasi trading buy untuk saham BBCA. Target harga jangka pendek dipatok di level Rp6.500 per lembar.

in1

>>> Grace Natalie Pamer Kaos Jokowi Berjaket PSI, Isyarat Gabung Makin Kuat

Koridor harga masuk yang disarankan berada di kisaran Rp6.150 hingga Rp6.300. Level support berada di Rp6.150, sedangkan stop loss di Rp5.800.

Pada penutupan Jumat (19/6), saham BBCA naik 3,7% ke Rp6.300. Dalam sepekan, akumulasi kenaikan mencapai 6,3%, dan dalam sebulan naik 2,8%.

Meski demikian, secara year to date saham ini masih terkoreksi 21,9%. Namun, minat asing justru menguat.

>>> Sisi Lain Piala Dunia 2026: Mengapa Fanwar di Media Sosial Susah Diredam?

Data dari Stockbit Sekuritas menunjukkan net buy asing BBCA menjadi yang tertinggi di bursa, mengungguli Bank Mandiri (BMRI) yang mencatat Rp327,2 miliar.

Rekomendasi Jangka Panjang

BRI Danareksa Sekuritas menaikkan peringkat sektor perbankan menjadi overweight. Analis Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis menilai harga saham bank sudah terlalu murah.

BCA menjadi pilihan utama di sektor perbankan, diikuti Bank BTPN Syariah (BTPS). Keduanya dinilai memiliki ROA yang kuat dan leverage rendah.

>>> Fenomena Karoshi: Budaya Kerja Overwork Kini Jadi Krisis Global

Target harga jangka panjang BBCA dari BRI Danareksa mencapai Rp10.900 per saham. Rekomendasi yang diberikan adalah beli.