Kondisi ini tergambar dalam situasi Meksiko di Grup A.

Meksiko saat ini memimpin klasemen dengan perolehan enam poin dari dua kemenangan, disusul Korea Selatan di posisi kedua dengan raihan tiga poin.

in1

Jika mengacu pada regulasi lama, Korea Selatan masih memiliki kans memuncaki grup dengan syarat mampu melampaui catatan selisih gol Meksiko pada laga pamungkas.

Namun, aturan baru memastikan Meksiko keluar sebagai juara Grup A.

Andaikan Meksiko tumbang dari Republik Ceko dan Korea Selatan menang atas Afrika Selatan, poin kedua tim akan sama, tetapi Meksiko tetap unggul karena menang 1-0 atas Korea Selatan.

Skenario serupa menimpa Turki yang dipastikan tersingkir dari turnamen setelah menelan kekalahan dari Australia dan Paraguay. Turki dipastikan tetap menjadi juru kunci Grup D akibat kalah head-to-head.

Walaupun Turki mampu menumbangkan Amerika Serikat di pertandingan terakhir dan salah satu dari Australia atau Paraguay kalah, posisi Turki tidak akan berubah.

Kritik dan Fungsi Selisih Gol yang Tersisa

Kebijakan baru dari FIFA ini tidak luput dari munculnya gelombang kritik.

Beberapa pihak menilai bahwa indikator selisih gol keseluruhan tetap menjadi opsi terbaik karena mengevaluasi performa tim secara kolektif di semua laga grup.

Kendati demikian, FIFA tidak sepenuhnya menghapus kepatutan selisih gol dalam regulasi turnamen.

Poin selisih gol tetap akan dihitung jika parameter head-to-head gagal memunculkan tim yang lebih unggul, misalnya saat duel kedua tim berakhir seri.

Fungsi selisih gol keseluruhan juga tetap dipertahankan untuk menyaring delapan tim peringkat tiga terbaik yang berhak lolos ke babak 32 besar.

>>> Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya

Hal ini terjadi karena tim-tim lintas grup tersebut tidak saling bertatap muka dalam pertandingan.