PT Asuransi Ekspor Indonesia (Asei) mengambil langkah strategis dengan memperkuat kerja sama bersama pelaku logistik dan perdagangan internasional.

Langkah ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan premi dan profitabilitas di tengah ketidakpastian pasar global.

in1

>>> Masyarakat Adat Masih Terpinggirkan dalam Mitigasi Perubahan Iklim

Direktur Utama Asei, Dody, mengungkapkan bahwa strategi perluasan pasar akan dijalankan bersamaan dengan penjualan silang produk kepada nasabah korporasi yang sudah ada.

Nasabah tersebut telah memiliki polis properti, engineering, maupun kredit.

"Ditambah, memperkuat kolaborasi dengan pelaku logistik dan perdagangan internasional," kata Dody kepada Kontan, Sabtu (20/6/2026).

Tantangan Industri Asuransi Marine Cargo

Industri asuransi marine cargo nasional saat ini menghadapi tekanan berat akibat perlambatan ekonomi dunia, gangguan rantai pasok, dan konflik geopolitik.

Dody menyebutkan bahwa konflik di Timur Tengah yang mengganggu jalur pelayaran melalui Selat Hormuz turut memengaruhi aktivitas pengangkutan.

>>> Bupati Sigi beri tenggat kades lapor data rumah korban gempa hari ini

Dampaknya, pertumbuhan premi marine cargo ikut tertekan. Portofolio lini asuransi pengangkutan belum menjadi kontributor dominan bagi Asei akibat tekanan eksternal sepanjang semester I-2026.

Meski demikian, manajemen melihat segmen pengiriman internasional menawarkan potensi pertumbuhan yang lebih besar. Hal ini didorong oleh peningkatan aktivitas ekspor-impor dan menurunnya tekanan biaya logistik global.

Peluang pemulihan industri asuransi marine cargo diproyeksikan membaik pada semester II-2026 jika situasi geopolitik di Timur Tengah mereda dan aktivitas pelayaran dunia kembali normal.

Per April 2026, Asei membukukan pendapatan premi bruto sebesar Rp 469,12 miliar.

Sementara itu, data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat total klaim asuransi marine cargo secara industri melonjak 6,7 persen year on year (YoY) menjadi Rp 357 miliar per Maret 2026.

>>> Atur Posisi Cermin Menurut Feng Shui untuk Menarik Rezeki

Di sisi lain, pendapatan premi sektor ini terkontraksi 12,6 persen YoY menjadi Rp 1,49 triliun pada periode yang sama.